Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tengah melakukan refocusing anggaran agar persoalan Coronavirus Disease atau Covid-19 dapat tertangani dengan baik. Namun di sisi lain pemulihan ekonomi sebagai dampak dari Covid juga harus dilakukan.
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan potensi yang hilang selama masa pandemi Corona ini bisa mencapai 20-30% dari total pendapatan daerah. Dari hasil penghitungan sementara pendapatan yang berkurang mencapai Rp270 miliar. Tentu angka tersebut, kata dia, bukan angka yang sedikit sehingga butuh mengubah fokus penganggaran kegiatan dengan memangkas kegiatan yang dinilai tidak mendesak.
“Refocusing kata kunci bagaimana pemulihan ekonomi dilakukan dengan realokasi kegiatan yang bisa ditunda. Pada 2020 ini sudah direncanakan realokasi berbagai kegiatan,” kata Halim dalam Rapat Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan 2021 tingkat kabupaten secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (7/4/2020).
Halim mengatakan perioritas utama pembangunan 2021 mendatang adalah penumbuhan ekonomi, terlebih tahun ini Bantul mengalami pelemahan ekonomi karena terjadi pandemi.Ia berharap kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait untuk merancang berbagai kegiatan pertumbuhan ekonomi secara sinergi agar cepat tercapai.
Salah satunya yang perlu digenjot adalah sektor kria dan komunitas kelompok ekonomi yang menjalankan usahanya secara daring. Menurut dia, Bantul sudah ditetapkan sebagai kabupaten yang sektor krianya kuat oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
“Tahun ini ini merupakan momentum terbaik untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Bantul sehingga sinergi yang dibutuhkan nanti bagaimana pemda DIY dan Bantul bisa sama sama nuntaskan kawasan industri dan kluster industri kreatif,” ujar Halim.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan hasil penyisiran anggaran sementara, potensi pengurangan pendapatan selama pandemi Corona sebesar Rp270 miliar baik dari sumber PAD seperti pajak dan retribusi maupun dana dari transfer Pemerintah Pusat, serta dana bagi hasil.
“Kemungkinan kisaran Rp270 miliar. Itu baru hitungan kasar,” kata Helmi. Pihaknya sudah melakukan penundaan kegiatan yang belum terlalu mendesak karena harus mendahulukan kesehatan masyarakat dan penumbuhan ekonomi. Di antara kegiatan yang ditunda adalah kegiatan fisik perbaikan sejumlah ruas jalan dan jembatan, anggaran perjalanan dinas, akomodasi rapat dan sebagainya.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan masa pandemi Covid ini tidak bisa diprediksi tiga bulan sehingga perlu diantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi termasuk pelemahan ekonomi, “Situasi saat ini yang perlu ditekankan refocusing anggaran,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.