Pemkab Bantul Ralat Pernyataan: Hasil Tes Pasien Covid-19 Sudah Negatif tapi Meninggal

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
08 April 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul meralat hasil tes pasien positif terinfeksi corona Virus terhadap pasien berinisial Th yang meninggal pada 6 April lalu.

Pemkab menyatakan hasil tes terakhir aparatur sipil negara (ASN) Pemda DIY yang bekerja di rumah sakit khusus paru Respira itu negatif.

"Hari ini tadi kami mendapatkan hasil swab tenggorokan terakhir yang diambil pada 2 dan 3 April hasilnya tadi keluar dua swab yang diambil itu negatif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, seusai meninjau rumah sakit darurat Covid-19 Bantul, Rabu (8/4/2020).

Sri Wahyu mengatakan hasil swab negatif pasien Th itu baru diperoleh Rabu (8/4/2020) dari Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY. Namun swab atau dahak pasien diambil pada empat hari sebelum pasien meninggal, yakni 2 dan 3 April.

Sementara itu Th dinyatakan positif terinfeksi Covid pada 26 Maret (bukan 27 Maret seperti yang diberitakan sebelumnya). Sesuai ketentuan, kata pria yang biasa disapa dokter Oky itu, jika pasien yang sudah dinyatakan positif, tetapi hasil evaluasi swab pada hari kelima dan kesembilan secara berturut-turut menunjukkan hasil negatif, maka pasien tersebut dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, Oky memastikan Th meninggal dalam kondisi negatif atau tidak terinfeksi Covid-19. "Pasien tersebut sudah dalam keadaan tidak terinfeksi Covid, sudah terkonfirmasi negatif alias sembuh," ujar Oky.

Soal kematian Th, Oky menduga karena penyakit bawaan. Namum ia tidak ingin menyebutkan penyakit bawaan tersebut dengan alasan kewenangan dokter yang menangani langsung pasien tersebut.

Sebelumnya pria yang mengampu jabatan kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul ini menyebutkan penyakit bawaan yang menyebabkan Th meninggal dunia adalah diabetes mellitus.

Oky menambahkan dengan keluarnya hasil negatif, maka total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Bantul menjadi dua orang. Sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Zuhandi dinyatakan sembuh pada 5 April lalu setelah menjalani isolasi selama lebih kurang 20 hari di RSUD Panembahan Senopati.

"Total pasien positif Covid dari awal sampai sekarang tercatat delapan orang. Dari jumlah itu dua sembuh, salah satunya meninggal dunia," kata dia. Saat ini lima pasien positif masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid.

"Harapannya hasilnya negatif semua," tandas Oky.

Lebih lanjut Oky tidak menampik masih lamanya proses pemeriksaan swab bahkan sampai berhari-hari karena antre. Ia menyatakan kewenangan pemeriksaan swab tetap ada di BBTKLPP yang ditunjuk pusat yang sudah memiliki persyaratan tertentu. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya memohon agar berbagai kendala dalam proses pemeriksaan swab segera teratasi di antaranya dengan menambah alat laboratorum.