Wakil Bupati Kulonprogo Dipilih Hari Ini

Bupati Kulonpogo, Sutedjo. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 April 2020 08:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Sebanyak 40 anggota DPRD Kulonprogo akan memilih antara Agus Langgeng Basuki atau Fajar Gegana sebagai Wakil Bupati Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022.

Momen bersejarah yang digelar pada hari ini, Kamis (9/4/2020) itu menurut pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Research And Consulting, Arif Nurul Imam, merupakan ajang pertaruhan kredibilitas para legislator.

Masyarakat Kulonprogo, kata Arif telah menunggu wabup baru. Sehingga jika sampai helatan itu tertunda, atau bahkan terhenti, maka kredibilitas wakil rakyat, selaku penyelenggara sekaligus pemilih, perlu dipertanyakan.

"Pilihan ini menjadi pertaruhan kredibilitas di mata masyarakat," tegas pria kelahiran Kulonprogo itu, Rabu (8/4).

Apa yang dikatakan Arif itu tak lepas dengan kondisi jalannya rapat paripurna dewan, pada Selasa (7/4/2020) kemarin. Ketika itu, hampir separuh anggota dewan mangkir dari rapur beragendakan persiapan pemilihan Wabup Kulonprogo.

Dari total 40 anggota, hanya 24 orang yang mengikuti rapur tersebut. Sebanyak 16 anggota yang tidak hadir tanpa disertai alasan itu terdiri dari Fraksi Gerindra, PKB dan PKS masing-masing lima orang; dan satu orang dari Partai Nasdem yang tergabung dalam Fraksi Golkar.

Jika hal itu kembali terulang dalam gelaran pemilihan wabup, maka impian warga Kulonprogo punya wabup baru terpaksa ditunda. Pasalnya pemilihan bisa berjalan apabila jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak suaranya minimal 30 orang dari total 40 anggota. Jika kurang dari itu, maka dinyatakan belum kuorum.

"Jika tidak kuorum, tentunya akan ditunda dan makin memperpanjang kekosongan jabatan wakil bupati," ucap Arif.

Mantan Staf Ahli Ketua Dewan Perwakilan Daerah(DPD) RI ini pun berharap, para legislator bisa meredam ego sektoral partai demi kelancaran proses pemilihan tersebut.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati menyatakan telah melakukan koordinasi dengan seluruh pimpinan fraksi. Dia meminta mereka untuk mensukseskan pemilihan wabup.

"Saya tekankan bahwa pekerjaan kita sangat banyak, utamanya menangani dampak Covid-19, dan sosoak wabup sangat kita tunggu. Jangan buang-buang waktu," ucapnya.

Kelancaran helatan pemilihan wabup menjadi harapan Bupati Kulonprogo, Sutedjo. Pria asal Nanggulan ini mengaku sudah lelah sendiri. Sejak menjabat sebagai bupati menggantikan Hasto Wardoyo yang diangkat menjadi Kepala BKKBN Juli 2019 lalu, praktis jabatan wabup kosong.

Oleh karena itu dia ingin posisi wabup dapat segera terisi agar bisa membantu ketugasannya membangun Kulonprogo lebih baik lagi. "Sudah lama saya jomlo, jadi saya harap posisi wabup bisa terisi," ucapnya.

Dalam pemilihan wabup, Sutedjo menyatakan tidak condong kepada salah satu calon. Menurutnya baik Agus Langgeng Basuki maupun Fajar Gegana punya kualitas masing-masing. Keduanya kata Tedjo juga laik duduk di kursi Kulonprogo dua. "Semua saya serahkan kepada dewan," ujar politikus PAN ini.

Sudah Siap

Sementara itu Panitia Pemilihan Wakil Bupati Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022, telah menyiapkan tata letak untuk proses pemilihan tersebut. Pada Rabu (8/4/2020) atau H-1 acara, panitia juga sudah menggelar gladi bersih. "Kami ingin pastikan acara besok [Kamis] berjalan lancar," kata Istana, selaku Ketua Panitia Pemilihan Wakil Bupati Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022.

Pemilihan ini akan dilangsungkan sekitar pukul 09.00 WIB, di ruang rapur DPRD Kulonprogo. Teknis pemilihan itu mirip seperti penyelenggaraan pemilu. Panitia menyediakan bilik serta surat suara berisi potret diri dan nama calon.

Kemudian masing-masing anggota dewan mencoblos salah satu calon. Surat suara tercoblos itu lalu dimasukkan ke dalam amplop dan kotak suara. Rentetan proses itu dijatah waktu dua jam.

Setelah proses pemilihan usai, dilanjutkan penghitungan suara di hari yang sama. Jika tidak ada kendala, maka pada hari itu juga, akan langsung diumumkan dan ditetapkan wabup terpilih.

Istana mengatakan pemilihan bisa ditunda jika sampai waktu yang ditentukan yakni pukul 09.00 WIB jumlah pemilih belum kuourum (minimal 30 orang) maka pemilihan diundur selama satu jam. Apabila masih belum kuorum juga, diundur lagi dengan rentang waktu yang sama. "Jika masih belum tercapai [kuorum] akan ditunda tiga hari sesuai keputusan Badan Musyawarah," ucapnya.

Pihaknya memastikan pelaksanaan kegiatan ini, tetap memperhatikan protokol penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Seperti penerapan physical distancing, pemeriksaan suhu tubuh bagi semua orang yang berada di lokasi pemilihan, dan kewajiban mengenakan masker selama acara.