Merapi Erupsi Lagi, BPPTKG: Belum Ada Titik Api Diam

Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi. - Ist
10 April 2020 15:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Gunung Merapi kembali erupsi pada Jumat (10/4/2020) pukul 09.10 WIB. Dilaporkan terjadi hujan abu tipis di sekitar leranf merapi akibat erupsi tersebut.

Berdasarkan laporan BPPTKG Jogja, erupsi Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 103 detik. Teramati tinggi kolom erupsi kurang lebih 3.000 meter dari puncak. Beberapa wilayah seperti di Kenalan, Pakis dan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, diterpa abu tipis vulkanis.

"Arah angin saat erupsi ke Barat Laut. Hingga saat ini dilaporkan terjadi hujan abu di Sepi, Desa Jrakah. Saat erupsi teramati tidak disertai dengan awan panas," kata Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida, Jumat.

Saat malam hari, dilaporkan ada semacam titik api diam di puncak Merapi. Namun keberadaan titik api diam di Merapi dibantah oleh BPPTKG. Gambar viasual seolah titik api diam tersebut berasal dari asap pekat di kawah yang sangat panas.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan hingga kini belum teramati api diam. Akhir-akhir ini, katanya, aktivitas asap cukup intensif. Pada malam hari, sumber asap yang memang panas tersebut dapat tampak lebih jelas. "Jadi seperti menyala kalau dilihat dengan kamera mode nightview. Itu aktivitas solfatara di gunung api aktif, itu adalah aktivitas yang biasa terjadi," kata Agus.

Masyarakat, kata Agus, diminta mengantisipasi bahaya abu vulkanis jika terjadi hujan abu. "Abu vulkanis dapat membahayakan masalah kesehatan yaitu masalah pernapasan, masalah mata, iritasi kulit, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, penyakit seperti bronkitis, dan ketidak-nyamanan saat bernapas," katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menegaskan tidak ada laporan adanya hujan abu di wilayah Sleman. Masyarakat di lereng Selatan Merapi masih beraktivitas dengan normal. "Situasi kondusif, aman, terkendali. Masyarakat tetap kami himbau agar tidak panik," katanya.