Cegah Penyebaran Corona, Seleksi Perangkat Desa Disetop

Ilustrasi pelantikan perangkat desa - Dokumen Harian Jogja
12 April 2020 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Penyebaran pandemi Corona berdampak secara luas. Bahkan untuk mencegah penyebaran tahapan seleksi perangkat di sejumlah desa ikut diberhentikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kerumunan di masyarakat.

Salah satu penundaan tahapan tes perangkat dilakukan di Desa Bandung, Kecamayan Playen. Kepala Desa Bandung, Mawal Edi, mengatakan jajarannya siap menggelar seleksi perangkat untuk posisi kepala urusan perencanaan dan staf. Namun proses pendaftaran yang telah dibuka harus dihentikan sementara waktu. Penundaan ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. “Tidak boleh ada kerumunan di satu lokasi. Jadi untuk ikut dalam partsipasi pencegahan penyebaran, maka diputuskan seleksi ditunda,” kata Edi kepada wartawan, Sabtu (11/4/2020).

Menurut dia, saat pendaftaran ada 13 pelamar yang mendaftar untuk menjadi perangkat. Namun menyusul adanya edaran untuk penundaan kegiatan dari Pemkab maka tahapan langsung dihentikan meski telah memasuki pengecekan berkas. “Sudah kami komunikasikan dengan para pelamar dan panitia. Untuk penundaan kami ikuti arahan dari kabupaten,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Sudjoko, mengatakan sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat proses pengisian perangkat di tingkat desa terpaksa ditunda. “Kami sudah mengeluarkan imbauan,” katanya, Sabtu.

Menurut dia, penundaan tak mengganggu pelayanan masyarakat di tingkat desa. Pasalnya, posisi perangkat yang kosong untuk sementata bisa diisi oleh pelaksana tugas. Meski ada imbauan penundaan, Sujoko memberikan dispensasi kepada desa yang tahapan seleksi sudah masuk tahap akhir.

Sebagai contoh, kata dia, beberapa waktu lalu tetap digelar pelantikan kepala dusun dan perangkat di Desa Logandeng, Kecamatan Playen. Namun pelantikan dilaksanakan secara sederhana dan dalam prosesi itu yang hadir diwajibkan memakai masker.

Sujoko meminta kepada pemerintah desa untuk menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadahi. Selain itu, para perangkat juga diminta ikut andil dalam pemantauan, pengecekan dan pendataan pemudik. “Desa harus berperan aktif dalam upaya pencegahan virus Corona,” katanya.