Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menegaskan satu keluarga di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, yang terinfeksi Corona setelah pergi ke Jakarta bukan pemudik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso menegaskan tiga pasien positif terinfeksi Covid-19 di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak itu bukan pemudik atau pendatang. Ketiga orang tersebut sudah lama tinggal di Ngestiharjo. Dan salah satu dari mereka, yakni si bapak, melakukan pengobatan ke Jakarta.
“Ketiganya warga setempat, tetapi melakukan perjalanan dari Jakarta,” ujar dia, Senin (13/4/2020).
Satu keluarga di Desa Ngestiharjo yang terinfeksi Corona tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak. Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan ketiganya terinfeksi Corona setelah bepergian ke Jakarta. Tiga anggota keluarga tersebut adalah bapak berusia 53 tahun, ibu 50 tahun, dan anak laki-laki 22 tahun.
Sri Wahyu belum banyak mengetahui soal riwayat satu keluarga asal Kecamatan Kasihan tersebut sehingga secara bersamaan hasil tes swab-nya positif. Namun, berdasarkan informasi sementara, kata dia, salah satu dari anggota keluarga itu, yakni si bapak, jatuh sakit terlebih dahulu di Jakarta.
Kemudian istri dan anaknya ikut menunggu si bapak saat dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. “Di Jakarta bukan pengobatan Covid,” kata Sri Wahyu, Minggu (12/4/2020).
Satu keluarga tersebut pulang ke Bantul, kemudian berobat ke Jogja International Hospital (JIH). Ketiganya dicek swab dan hasilnya positif Covid-19. Setelah dinyatakan positif, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati dan PKU Muhammadiyah Bantul.
Sri Wahyu belum bisa melacak kapan ketiga pasien itu tiba di Bantul, “Pulang ke Bantul tanggalnya tidak tahu. Pulang langsung dirawat di JIH. Yang ambil swab JIH,” ujar Oky, sapaan karib Sri Wahyu.
Pemda DIY mengidentifikasi satu anggota keluarga tersebut sebagai pasien Kasus 43, 44, dan 46.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.