Satu Keluarga di Kecamatan Kasihan yang Terinfeksi Corona Bukan Pemudik

Ilustrasi - Freepik
13 April 2020 19:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menegaskan satu keluarga di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, yang terinfeksi Corona setelah pergi ke Jakarta bukan pemudik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso menegaskan tiga pasien positif terinfeksi Covid-19 di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak itu bukan pemudik atau pendatang. Ketiga orang tersebut sudah lama tinggal di Ngestiharjo. Dan salah satu dari mereka, yakni si bapak, melakukan pengobatan ke Jakarta.

“Ketiganya warga setempat, tetapi melakukan perjalanan dari Jakarta,” ujar dia, Senin (13/4/2020).

Satu keluarga di Desa Ngestiharjo yang terinfeksi Corona tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak. Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan ketiganya terinfeksi Corona setelah bepergian ke Jakarta. Tiga anggota keluarga tersebut adalah bapak berusia 53 tahun, ibu 50 tahun, dan anak laki-laki 22 tahun.

Sri Wahyu belum banyak mengetahui soal riwayat satu keluarga asal Kecamatan Kasihan tersebut sehingga secara bersamaan hasil tes swab-nya positif. Namun, berdasarkan informasi sementara, kata dia, salah satu dari anggota keluarga itu, yakni si bapak, jatuh sakit terlebih dahulu di Jakarta.

Kemudian istri dan anaknya ikut menunggu si bapak saat dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. “Di Jakarta bukan pengobatan Covid,” kata Sri Wahyu, Minggu (12/4/2020).

Satu keluarga tersebut pulang ke Bantul, kemudian berobat ke Jogja International Hospital (JIH). Ketiganya dicek swab dan hasilnya positif Covid-19. Setelah dinyatakan positif, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati dan PKU Muhammadiyah Bantul.

Sri Wahyu belum bisa melacak kapan ketiga pasien itu tiba di Bantul, “Pulang ke Bantul tanggalnya tidak tahu. Pulang langsung dirawat di JIH. Yang ambil swab JIH,” ujar Oky, sapaan karib Sri Wahyu.

Pemda DIY mengidentifikasi satu anggota keluarga tersebut sebagai pasien Kasus 43, 44, dan 46.