Dosen FK UAD Sesalkan Masyarakat Jogja Mulai Lengah Terhadap Pandemi Covid-19

Tangkapan layar unggahan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Ahmad M. Alim. - Ist
14 April 2020 03:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Postingan seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Ahmad M. Alim sempat viral di media sosial. Isinya, ia menyayangkan keramaian Kota Jogja kembali tampak beberapa waktu terakhir.

Postingan itu diunggahnya di jejaring sosial Facebook pada Rabu (8/4/2020) lalu. Hingga kini, postingan itu sudah dibagikan sebanyak 337 kali, disukai 887 orang, dan dikomentari 601 kali. Status itu juga beredar di media sosial lain seperti Twitter lantaran diunggah ulang oleh aktivis Kalis Mardiasih dan diretweet 486 kali.

Dalam postingan itu, Alim menyayangkan masyarakat Jogja mulai kembali mengisi keramaian kota. "Yang saya lihat 2 hari ini, jalanan mulai ramai lagi, traffic light mulai memanjang, pasar beraktivitas, kerumunan orang mulai tampak lagi. Mungkin masyarakat Jogja mulai jenuh?" tulisnya.

Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah ini mengakui dirinya pun jenuh selama sebulan ini lantaran aktivitas dibatasi antara tempat kerja dan di rumah. Hanya sekali waktu belanja bahan makanan, lalu pulang secepat mungkin. Namun, ia tak ingin mengeluh setelah mengingat kawan-kawannya yang berjuang untuk pasien Covid-19.

"Bukan apa-apa... saya terlintas bagaimana merujuk pasien covid, bagaimana teman-teman saya kerepotan pakai baju astronot sambil deg-degan soal penularan kepada tenaga medis.

Dan lagi yang terlintas di pikiran saya adalah teman-teman saya di BPBD yang juga berbasah kuyup keringat di dalam bungkus pakaian astronot saat menangani jenazah pasien Covid," sambungnya dalam postingan tersebut.

Kepada Harianjogja.com, Alim menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa memikirkan keselamatan keluarga. "Jangan sampai kita membawa penyakit untuk keluarga kita. Kalau terpaksa sekali keluar rumah, gunakan masker secara benar, sering cuci tangan, jaga jarak dengan orang lain," kata dia pada Minggu (12/4/2020).

Kewaspadaan pun harus dijaga begitu sampai di rumah. Alim menyebut masyarakat yang baru saja pulang dari aktivitas jangan langsung berkumpul dengan keluarga, tetapi mandi dan berganti pakaian. "Agar droplet yang nempel di pakaian kita tidak mengenai diri, orang tua, pasangan, dan anak-anak kita," terangnya.

Alim berharap masyarakat Jogja bisa terus bersabar dan menahan diri serta terus mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. "Jangan menyepelekan hal-hal yang tampak sederhana seperti masker dan cuci tangan itu, karena bila lengah, bisa membahayakan diri sendiri dan keluarga di rumah," tegasnya.