Konten Kreator Wajib Punya NIB, Ini Cara Daftar NIB Online 2026
Pelaku UMKM wajib memiliki NIB untuk legalitas usaha. Simak manfaat NIB dan cara daftar online melalui OSS terbaru 2026.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (kanan) saat meninjau Laboratorium Virologi BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020)./Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah pandemi Corona, beberapa jalan dan lokasi di DIY masih ramai oleh warga yang berkerumun. Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta kepada Satpol PP serta TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada warga DIY dan sekitarnya agar tidak terlalu sering keluar rumah.
“Saya minta bisa [kerumunan] dikontrol lagi. Itu yang di jalan kan sudah ada dari Satpol PP sama polisi sama TNI. Tadi sudah saya minta untuk ngontrol lagi,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan Selasa (14/4).
HB X berharap kepada seluruh warga DIY menahan diri agar tidak bepergian keluar rumah jika tidak ada keperluan penting. Menahan diri untuk tidak keluar rumah menjadi salah satu cara efektif mencegah penyebaran virus Corona.
“Karena hanya cara itu [yang bisa dipakai untuk mengendalikan penyebaran virus]. Bukan berarti [warga masyarakat] bebas [bepergian].
Sultan meyakini ramainya aktivitas di beberapa lokasi yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan pemudik. Sebab, arus lalu lintas dari luar daerah tergolong mulai menurun.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rachmad menyatakan sejak pertengahan Maret lalu telah mengarahkan masyarakat agar mematuhi social distancing. Sementara, upaya edukasi dan sosialisasi secara terpadu antara Satpol PP, TNI, dan kepolisian dilakukan bersama-sama sejak Senin (13/4/2020). Aparat menemui sejumlah kerumunan di beberapa titik di Jogja dan meminta kepada pihak yang berada di lokasi tersebut agar segera membubarkan diri.
“Setiap ada kerumunan kami datangi dan kami minta untuk membubarkan diri. Memang selama sepekan ini masyarakat kembali keluar rumah,” katanya.
Tim gabungan berpatroli pada pagi dan malam. Senin (13/4/2020) pagi, tim menyasar kawasan Jombor Sleman, Jalan Magelang, Terminal Giwangan, sejumlah pasar. Pada malam hari, tim menyisir kawasan Maguwoharjo, Jalan Kaliurang, Malioboro hingga kawasan Pantai Parangkusumo, Bantul.
Keramaian ini muncul di tengah meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di DIY. Pada Minggu (12/4/2020) dan Senin, terdapat tujuh tambahan kasus positif Covid-19 per hari di provinsi ini. Hingga Senin kemarin, sudah ada 55 kasus positif infeksi Corona yang tercatat di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku UMKM wajib memiliki NIB untuk legalitas usaha. Simak manfaat NIB dan cara daftar online melalui OSS terbaru 2026.
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.