Jadwal UEFA Nations League 2026-2027: Belanda vs Jerman hingga Inggris vs Spanyol
Jadwal UEFA Nations League 2026/2027 mulai 24 September. Simak Belanda vs Jerman, Inggris vs Spanyol, dan jadwal lengkapnya.
Salah seorang petugas medis mengecek peranti medis di salah satu ruang RS Lapangan Khusus Covid-19 Bantul, Senin (13/4/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyiapkan anggaran untuk insentif tenaga medis yang menangani Covid-19 sebesar Rp9 miliar per bulan. Insentif akan diberikan pada akhir April 2020 ini dengan nominal menyesuaikan dengan ketentuan Pemerintah Pusat.
Kasi Sosial Budaya Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Pambudi Setiono menjelaskan jumlah kebutuhan penanganan dampak corona masih terus bergerak. Data terakhir hasil redesain APBD DIY oleh Pemda DIY yang akan digunakan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp430 miliar hingga Mei 2020. Jumlah itu meningkat dari angka redesain sebelumnya sekitar Rp330 miliar.
Namun pihaknya tetap melakukan antisipasi untuk penanganan hingga Desember 2020 mendatang. Sehingga jumlah angka redesain masih bisa berubah. "Tetapi harus tetap dilakukan antisipasi setelah Mei, yang paling banyak kebutuhannya kan terutama untuk sosial, sehingga angkanya masih bergerak," katanya Selasa (14/4/2020).
Ia menambahkan jumlah tersebut termasuk pemberian insentif untuk tenaga medis dan paramedis yang dianggarkan sebesar Rp9 miliar per bulan. Tenaga medis yang dimaksud adalah dokter sedangkan paramedis merupakan perawat serta tenaga kesehatan lainnya yang menangani pasien Covid-19 di RS Rujukanm.
Penambahan kebutuhan redesain bertambah termasuk untuk insentif tenaga medis yang ditugaskan di RSPAU Hardjolukito. Di mana rumah sakit ini secara khusus akan didedikasikan untuk penanganan Covid dengan mengambil tenaga medis dari kalangan TNI.
"Jadi ada tambahan jumlah dokter dari TNI dari luar DIY yang diperbantukan di RSPAU itu, nah ini kami masukkan juga [untuk mendapatkan insentif]," ucapnya.
Pambudi mengatakan insentif itu akan diberikan pada akhir bulan dan dimulai April 2020 ini dengan nominal menyesuaikan dengan ketentuan Pemerintah Pusat. Mengingat pusat juga menganggarkan insentif bagi tenaga medis, maka akan diatur proses pembagiannya. Pemda DIY akan mengcover tenaga medis yang belum terdaftar mendapatkan insentif dari Pemerintah Pusat.
"Misalnya ya, ada 1.000 orang tenaga yang berhak, tetapi yang 500 orang sudah diberi oleh pusat, maka kami [Pemda] memberikan insentif pada sisanya atau tenaga medis yang belum mendapatkan," katanya.
Adapun waktu pemberian insentif itu akan dilakukan bersamaan dengan pusat, agar semua tenaga medis bisa mendapatkannya secara bersamaan. Jumlah tenaga medis dan paramedis yang disiapkan tersebut dengan angka ratusan. "Akan diberikan bersamaan, ketika pusat sudah siap kami di daerah juga akan mengikuti," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal UEFA Nations League 2026/2027 mulai 24 September. Simak Belanda vs Jerman, Inggris vs Spanyol, dan jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.