Paguyuban Warkaban Sumbang 250 APD ke 17 Puskesmas dan 3 RS di Bantul

Paguyuban Warga Kabupaten Bantul memberikan bantuan APD kepada puskesmas. - Istimewa
14 April 2020 21:12 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi virus Corona (Covid-19) menggerakkan Paguyuban Warga Kabupaten Bantul atau Warkaban yang tinggal di berbagai kota khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bantul bergerak membangun solidaritas mengumpulkan bantuan.

Melalui gerakan Gotong Royong Warkaban untuk Penanggulangan Covid-19, mereka mengumpulkan dana untuk membantu tenaga medis hingga masyarakat terdampak, berupa alat pelindung diri (APD) dan bahan pangan.

Bantuan mulai disalurkan Selasa (14/4/2020), di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Bantul. Sedikitnya sebanyak 250 APD didistribusikan ke 17 Puskesmas, 3 rumah sakit dan BNPB Kabupaten Bantul.

“Pembagian berlangsung dua hari.  Hari ini sudah diserahkan secara langsung ke 8 Puskesmas dan 1 rumah sakit. Hari kedua akan diserahkan ke 9 Puskesmas dan 2 rumah sakit ” kata Eko Widodo, salah seorang pengurus Warkaban Bantul.

Delapan puskesmas yang sudah menerima bantuan adalah Puskesmas Jetis, Puskesmas Pandak, Puskesmas Sanden, Puskesmas Srandakan, Puskesmas Pajangan, Puskesmas Sewon, Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 dan Rumah Sakit UII Bantul.

Pada hari kedua, bantuan akan diserahkan ke Puskesmas Kasihan, Puskesmas Sedayu, Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan, Puskesmas Banguntapan I, Puskesmas Banguntapan 2, Puskesmas Kretek, Puskesmas Pundong, Puskesmas Dlingo, Puskesmas Imogiri, Rumah Sakit Umum Panembahan Senopati Bantul, RS Nur Hidayah dan BNPB.

Penyerahan dilakukan oleh perwakilan Warkaban dipimpin Ketua Warkaban Bantul, dokter Widodo Wirawan, bersama Ketua Bidang Organisasi Akhmad Subagyo, Eko Widodo dan didampingi Ketua Asosiasi Kepala Desa Cabang Bantul Ani Widayani. Bantuan diterima langsung oleh para Ketua Puskesmas, disaksikan lurah dan camat setempat.

Hampir serempak, para kepala puskemas selaku penerima bantuan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan alat pelindung diri. Alat ini sangat membantu kerja-kerja tim medis saat melayani pasien baik yang sedang pemeriksaan awal, status ODP, PDP maupun yang sudah positif terserang virus corona hingga dirawat. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian  dan partisipasi seluruh  anggota Warkaban,  atas musibah Covid-19 di wilayah Bantul dan support dukungan kepada kerja para tenaga medis.

“Kepala puskesmas maupun rumah sakit juga mohon doa agar seluruh tenaga medis dan seluruh pendukungnya senantiasa sehat, aman, lancar dan selamat selama menjalankan tugas melayani warga yang tertimpa musibah di Bantul,” terang Eko.

Sementara, Ketua Pengurus Paguyuban Warkaban Pusat, Didik Akhmadi, menjelaskan pengumpulan dana solidaritas covid 19 untuk tenaga medis dan masyarakat Bantul terdampak, bagian dari kepedulian sosial yang diadakan untuk membantu menangani permasalahan yang berkembang di masyarakat khususnya Kabupaten Bantul. Tahun ini seiring dengan merebaknya wabah virus Corona, Paguyuban Warkaban menfokuskan gerakan kepedulian sosial dalam bentuk bantuan APD bagi tenaga medis dan bantuan pangan bagi warga terdampak.

“Bantuan medis dalam bentuk APD didistribuskan kepada petugas medis di wilayah Bantul, sementara bantuan pangan akan didistribuskan kepada warga Bantul yang mengalami kesulitan pangan selama pandemi di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi,” kata Didik Akhmadi.

Penyerahan bantuan APD ini bagian dari serangkaian bantuan yang disalurkan ke tenaga medis di Bantul. Sebelumnya, pada 4 April lalu sudah disalurkan 10 perlengkapan APD yang diserahkan ke Puskesmas Bambanglipuro.

Paguyuban Warkaban saat ini masih melakukan pendataan terhadap warga di sekitar Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi yang terdampak kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Bagi warga Bantul di sekitar Jabodetabek bisa memberitahu kami, bila terdampak Covid-19. Saat ini tengah dilakukan pendataan. Nanti selain ada bantuan pangan dari paguyuban, juga ada program dari Banhubda DIY. Kami aka membantu distribusi,” kata Didik Akhmadi.

Sebelumnya, lanjut Didik Akhmadi, paguyuban juga menyerukan kepada seluruh warga Bantul di Jabodetabek agar tidak mudik ke Bantul pada masa pandemi ini. Apalagi selama ini ada tradisi saat Lebaran, warga Jakarta dan sekitarnya kelahiran Bantul berbondong-bondong pulang kampung. Imbauan agar tidak mudik ini untuk menjaga keselamatan bersama, sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Paguyuban Warkaban merupakan wadah orang Bantul yang berada di perantauan dan warga yang masih bermukim di Bantul dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat Bantul. Paguyupan bersifat terbuka, saling guyup rukun, melestarikan budaya gotong royong, saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Berbagai aktivitas dan kegiatan sosial telah dilakukan oleh organisasi yang berdiri pada 9 Oktober 1981 ini.  Seperti bidang kepedulian sosial yang menyelenggarakan santunan anak yatim, bantuan air bersih saat kekeringan, dan lain-lain.

Sejak berdiri 1981, kepengurusan telah silih berganti. Ketua paguyupan periode 1981-1996 dipimpin oleh Soedharsono, ketua periode kedua 1996-2018 dipimpin oleh Roeshadi dan mulai 2019 hingga saat ini Paguyuban Warkaban dipimpin oleh Didik Akhmadi.