Tangani Covid-19, Sleman Siapkan 14 RS Intermidate Bantu RS Rujukan

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
16 April 2020 05:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman menyiapkan 14 rumah sakit antara atau intermidate untuk menangani pasien dengan gejala Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kasus Covid-19 di wilayah Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan rumah sakit intermediate tersebut berasal dari kelas C dan D. Ada yang selama ini menjadi rumah sakit umum ada juga yang khusus. Keempat belas rumah sakit tersebut di antaranya RS Panti Nugroho, Mitra Paramedika, Ghramedika 10, RS Condongcatur dan Puri Husada.

Selain itu, RSK Sadewa, RSKB Sinduadi, Queen Latifa, Mitra Sehat, Panti Baktiningsih, RS UAD, Arvita Bunda dan At Taurots. Intermediate hospital atau rumah sakit rujukan antara ini diharapkan mampu membagi beban dengan rumah sakit rujukan. "Kami tidak tahu ke depan kasus Covid-19 naik atau turun. Oleh karenanya, kami siapkan potensi rumah sakit yang ada di Sleman," katanya, Rabu (15/4/2020).

Rumah sakit tersebut disiapkan oleh Pemkab untuk menangani pasien yang bergejala Covid-19 ringan baik berstatus ODP maupun PDP. Rumah sakit intermediate ini nantinya akan membantu menangani pasien rumah sakit rujukan Covid-19.

"Jadi nantinya yang gejala ringan cukup ditangani di 14 rumah sakit ini, sementara 11 rumah sakit rujukan menangani pasien PDP Covid-19 komorbid atau penyakit penyerta berat," katanya.

Dia menjelaskan ada alasan Pemkab memilih opsi ini dibandingkan membangun rumah sakit baru. Selain biayanya besar, membangun rumah sakit baru tidak bisa selesai dalam waktu dekat.

"Makanya kami menggugah rumah sakit lainnya menjadi rumah sakit antara. Dan semuanya setuju karena keinginan pengelola rumah sakit pasti ingin menolong yang sakit," katanya.

Saat ini, Dinkes menunggu SK dari Bupati Sleman. Jika rumah sakit dinyatakan sudah siap menjadi intermediate yang ditetapkan melalui SK Bupati, maka rumah sakit tersebut akan merawat pasien yang terkait Covid-19. Dengan begitu, kebutuhan rumah sakit intermediate tersebut bisa dibantu oleh Pemkab.

Dengan penambahan rumah sakit intermediate tersebut, minimal terdapat tambahan 14 ruang isolasi baru di wilayah Sleman. "Kami bisa memberikan bantuan APD dan Alkes, kalau untuk fasilitas lainnya bisa disiapkan rumah sakit. Bagaimanapun, pemberian babyuanr harus ditetapkan melalui SK Bupati," katanya.

Direktur RS Panti Nugroho Tandean Arif Wibowo mengatakan pihaknya siap menjadi rumah sakit intermidiate. Konsekuensinya, rumah sakit akan menyiapkan kamar isolasi. Saat ini tinggal menunggu SK bupati. "Kami siapkan kamar isolasi dengan standar minimal. Kami siapkan empat kamar isolasi," katanya.

Saat ini, katanya, ada pasien dengan gejala Covid-19. Dua bad kamar isolasi yang digunakan oleh pasien PDP ringan mengarah ke berat. "Kami rumah sakit non rujukan. Dengan menjadi rumah sakit intermidiate diharapkan bisa lebih optimal melayani pasien Covid-19," katanya.