Polda DIY Simulasikan Pemakaman Pasien Covid-19

Aparat Polda DIY menggelar simulasi penanganan jenazah korban pandemi Covid-19 di halaman Mapolda DIY, Kamis (16/4/2020). - Istimewa/Polda DIY
16 April 2020 22:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Polda DIY menggelar simulasi pemakaman jenazah korban pandemi Covid-19 di halaman Mapolda DIY, Kamis (16/4/2020). Selain turut mengedukasi publik tentang cara memakamkan pasien Covid-19, simulasi itu digelar juga sebagai upaya mendukung kerja tenaga medis yang sudah mempunyai beban yang cukup besar di rumah sakit.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan jika simulasi yang dilakukan oleh personel Polda yang ikut dalam satgas operasi aman nusa II Progo tersebut mengikuti prosedur yang sudah ditentukan dari Kemenkes serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Kami berharap korban pandemi Covid-19 ini tidak bertambah, tetapi melihat tenaga kesehatan yang besar beban kerjanya [merawat hingga mengurus pemakaman], Polri akan turut membantu proses pemakaman," ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, Kamis.

Dalam simulasi itu, aparat Polda DIY beradegan menemukan jenazah korban Covid-19. Tak lupa, alat pelindung diri (APD) penanganan jenazah Covid-19 juga disiapkan.
Kemudian, dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda DIY. Olah TKP dilakukan dengan menggunakan standar kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Petugas Inafis menggunakan perlengkapan APD lengkap. Tentu dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditentukan. Yang paling penting adalah menyikapi bahwa belakang ini tenaga medis sudah cukup lelah karena tenaganya sudah terkuras di rumah sakit," kata dia.

Itulah sebabnya, imbuh dia, Polda DIY berinisiatif membantu proses pemakaman jenazah Covid-19. Polda DIY melatih anggotanya untuk melakukan penanganan jenazah korban Covid-19. Mulai dari bagaimana cara mengangkat peti jenazah dari dalam mobil ambulans.

"Kemudian, menuju ke liang lahat dan menurunkannya ke liang lahat. Sampai dengan menguburkannya dan menutupi pusara dengan tanah. Sampai dengan akhirnya melepas kembali pakai APD yang digunakan dalam proses pemakaman. Karena sesuai dengan standar, pemakaman jenazah pasien Covid-19 juga harus memakai APD lengkap," ucap mantan Kapolres Sleman ini.

Kombes Pol Yuliyanto menilai, guna mengikuti perkembangan saat ini terhadap penanganan jenazah korban pandemi Covid-19, Polri akan berperan membantu pemakaman korban Covid-19 yang telah meninggal dunia.

"Polri harus siap, bila diperlukan untuk membantu saat menangani korban akibat wabah pendemi Covid-19, dan jika memerlukan bantuan pemakaman korban Covid-19 maka masyarakat bisa menghubungi nomor hotline WhatsApp 08981879886 atau menghubungi polres terdekat," ucap dia.