Diminta Berdiam Diri di Rumah, 4 Pelajar Sleman Ini Malah Hendak Duel Pakai Sajam

Keempat pelajar diminta menunjukkan barang bukti berupa sajam ketika jumpa pers di Mapolsek Mlati, Kamis (16/4/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\n
16 April 2020 15:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kendati sudah diminta untuk berdiam diri di rumah selama masa pandemi Covid-19, keempat pelajar ini malah keluyuran tengah malam sembari menenteng senjata tajam, Kamis (16/4/2020) dini hari. Alhasil mereka pun ditangkap oleh aparat Polsek Mlati.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan keempat pelajar itu, tiga di antaranya masih duduk di bangku SMP, yakni IP, 16, warga Tridadi, Sleman; RRK, 15, warga Triharjo, Sleman; dan RMJ, 14, warga Tridadi, Sleman. Sedangkan satu remaja lainnya, yang duduk di bangku SMA, adalah II, 17, warga Tridadi, Sleman. "Keempatnya punya masalah pribadi, jadi tidak ada kaitannya dengan geng, keempatnya ingin berkelahi dengan menggunakan sajam di Jalan Monjali, Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis pukul 01.00 WIB," ujar Hariyanto, Kamis.

Beruntung, aksi mereka segera diketahui oleh warga di sekitar lokasi tempat mereka hendak berduel. Bahkan saat dibubarkan oleh warga, mereka sempat mengayunkan sajam berupa clurit dan pedang. "Keempat bocah itu berboncengan dengan dua sepeda motor, IP yang diboncengi II membawa sajam berupa clurit dan RRK yang diboncengi RMJ membawa pedang. Mereka berniat ingin saling berduel dengan sajam, untungnya digagalkan oleh warga sehingga tidak ada korban," ujar dia.

Mengetahui aksi brutal yang dilakukan oleh keempat pelaku, warga sempat mengejar keempat pelaku. Akan tetapi, tak semuanya berhasil diringkus, hanya IP yang berhasil ditangkap. Tak berselang lama, Kanitreskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahya beserta jajarannya sampai di lokasi kejadian untuk menangkap IP. "Setelah diselidiki, polisi berhasil menangkap pelaku lainnya, keempatnya sekarang sudah berada di Polsek Mlati, motif pelaku membawa dan menguasai senjata tajam adalah untuk berkelahi," ujar Hariyanto.

Kapolsek Mlati menjelaskan keempat bocah itu hendak berkelahi lantaran tersinggung status Whatsapp milik RRK yang menyinggung IP. Selanjutnya, mereka pun sempat saling ejek melalui obrolan di Whatsapp, bahkan keduanya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan keduanya dengan cara berkelahi dengan menggunakan sajam. “Padahal keempatnya saling kenal, tetapi karena tersinggung akhirnya mereka berkelahi. IP dan II sempat kejar-kejaran dengan RRK dan RMJ, bahkan IP dan RRK yang membawa sajam juga sempat mengayunkan benda tajam yang ada di tangan mereka," ujar dia.