14 Warga Wonosari Dikarantina Setelah Satu Orang Dinyatakan Positif Corona

Ilustrasi - Freepik
16 April 2020 16:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 14 penduduk Desa Wonosaroi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul diminta melalukan karantina mandiri oleh warga setempat setelah satu orang dari desa tersebut dinyatakan positif terinfeksi Corona.

Hingga Kamis (16/4/2020), terdapat tiga kasus positif Covid-19 di Gunungkidul, yakni satu warga Wonosari, Playen, dan Ponjong. Dua pasien, yakni warga Ponjong dan Playen, dinyatakan sudah sembuh. Sementara, satu warga Wonosari yang kasusnya diumumkan pada Selasa (14/4/2020) dirawat di rumah sakit.

Kepala Desa Wonosari Tumija mengatakan setelah temuan kasus positif Corona di wilayahnya, warga setempat menyemprotkan disinfektan dan mengarantika empat keluarga. “Total ada 14 jiwa yang diminta melakukan karantina mandiri. Rencananya karantina berlangsung hingga 24 April mendatang,” kata Tumija, Kamis.

Menurut dia, warga memberikan dukungan terhadap upaya karantina mandiri dan secara bergantian memberikan bantuan logistik. “Kami lakukan gotong royong karena ini demi kebaikan bersama.”

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul langsung menggelar penyelidikan epidemiologi setelah perempuan 75 tahun asal Kecamatan Wonosari dinyatakan positif terinfeksi Corona. Perempuan tersebut diduga terinfeksi setelah menghadiri hajatan di Jawa Tengah. Penyelidikan oleh Dinkes Gunungkdul dilakukan di sekitar lokasi rumah pasien. Selama tiga hari penyelidikan, sudah ada 33 warga yang diketahui menjalin kontak dengan pasien. Puluhan orang ini kemudian menjalani rapid test.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan dari hasil rapid test terhadap 33 warga, lima orang diindikasikan menunjukan tanda-tanda positif.

Namun, menurut Dewi, tes cepat tidak bisa menjadi acuan karena kepastian Covid-19 harus melalui tes swab. “Kelima orang itu sudah diambil swab dan sekarang masih dalam proses uji laboratorium. Kita tunggu saja hasilnya,,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis.

Untuk sementara, kelima orang ini tidak dirawat di rumah sakit rujukan dan diminta melakukan karantina mandiri. “Sambil menunggu tes swab keluar, kami berharap kelima warga ini bisa mematuhi dengan melakukan isolasi mandiri,” tuturnya.

Menurut Dewi, apabila masyarakat tidak melakukan kontak dengan pasien positif maka potensi penularan bisa diminimalkan.

“Kalau tidak ada kontak, tidak usah khawatir. Ketakutan yang berlebihan malah bisa menurunkan daya tahan tubuh,” kata Dewi, “Upaya pencegahan harus dilakukan. Selain terus melakukan social distancing dan physical distancing, penggunaan masker dan cuci tangan dengan sabun sangat membantu agar masyarakat bisa terhindar dari penyakit.”