Pendataan Kartu Prakerja, Dispar Sleman Baru Bisa Sasar 2.551 Pelaku Wisata

Wisatawan berkunjung ke wisata pinggir sungai di RT 01 RW 40 , Dusun Blotan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Jumat (8/3/2019). - Harian Jogja
20 April 2020 15:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pekerja informal di sektor pariwisata di Sleman menjadi salah satu pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Hingga kini tercatat sudah ada 2.551 pelaku wisata yang terdaftar dalam program Kartu Prakerja.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengaku sampai kini dinasnya masih mendata pelaku wisata yang secara langsung terimbas pandemi Covid-19. Jumlah pekerja sektor yang sudah tercatat oleh Dispar hingga kini baru 2.551 orang. “Pendataan jumlah pekerja sektor pariwisata yang terdampak baik itu dirumahkan, tidak mendapatkan gaji dan terpaksa harus terkena pemutusan hubungan kerja [PHK] terus kami lakukan. Jelas jumlahnya bisa lebih dari itu [2.551 orang],” ucap Sudarningsih, Senin (20/4/2020).

Tak hanya itu, dinasnya juga gencar menyosialisasikan soal program Kartu Prakerja berikut mekanisme pendaftarannya kepada asosiasi, usaha pariwisata, pelaku pariwisata. Sosialisasi itu, kata dia, dilakukan melalui grup Whatsapp dan surat elektronik. "Kami juga memfasilitasi pendampingan baik secara online atau pun secara langsung kepada pelaku wisata yang terdampak pandemi Covid-19," ucap dia.

Khusus untuk pendampingan yang dilakukan secara langsung, dinasnya menyediakan petugas pendamping yang akan membuka pelayanan setiap hari kerja di Kantor Dispar Sleman mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB"Pendampingan secara langsung dilakukan dengan tetap mengikuti standar protokol penyebaran Covid-19," ujar Sudarningsih.