Advertisement
Disdag Bantul Gelar Operasi Pasar Gula Pasir, Catat Waktu dan Lokasinya
Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul bakal menggelar operasi pasar gula pasir karena harga salah satu komoditas yang banyak dicari masyarakat tersebut masih tinggi sampai menjelang Ramadan ini.
Kepala Disdag Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan dari hasil pemantauan rutin yang ia lakukan di Pasar Bantul, Imogiri, Niten, Piyungan, dan Pijenan, harga gula pasir saat ini masih di kisaran Rp17.500 per kilogram. Harga tersebut, menurut dia, masih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500.
Advertisement
Menurut dia, tingginya harga gula pasir karena komoditas tersebut sebagian besar impor dari luar karena produksi dalam negeri terbatas. PT.Madu Baru salah satu perusahaan produksi gula di Bantul diminta Pusat untuk memproduksi gula mentah atau low sugar sebanyak 10.000 ton untuk menyuplai pasar di DIY dan Jawa Tengah.
Akan tetapi rencana produksi 30 Maret itu tertunda akibat pandemi Covid-19. Sukrisna mengatakan Bantul mendapatkan kepaastian dari Disdag DIY akan adanya operasi pasar gula pasir. “Kami akan menyalurkan sebanyak 1,5 ton gula pasir dalam operasi pasar,” kata Sukrisna, saat dihubungi Selasa (21/4).
BACA JUGA
Operasi pasar gula pasir ini rencananya akan digelar di Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG), Kamis (23/4/2020), sekitar pukul 09.00 WIB atau sehari sebelum memasuki Ramadan. “Harga yang dijual nanti tetap sesuai HET,” ujar Sukrisna.
Proses penjualanna nanti, sambung Sukrisna, tetap melalui protokol kesehatan mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19. Pembeli akan diatur agar tidak berkerumun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ketua Komisi III DPR Kawal Kasus Bocah Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Rumah Terbakar di Blimbingsari Sleman, 2 Motor Ludes
- Masjid Gedhe Kauman Jogja: Jejak Akulturasi dan Toleransi
- Starting XI PSS Sleman vs Persipura, Laga Penentu Puncak Klasemen
- Kota Jogja Tunggu BMKG, Siaga Hidrometeorologi Berpotensi Diperpanjang
- Limbah Rumah Tangga Dominasi Pencemaran Sungai Jogja
Advertisement
Advertisement





