Cegah Kerumunan, Fasilitas Wifi Gratis di Kawasan Kota Wates Dibatasi

Sejumlah warga menggunakan akses wifi gratis di kawasan Alun-alun Wates, Kulonprogo, Senin (20/4/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
21 April 2020 15:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulonprogo membatasi layanan Wireless Fidelity atau wifi gratis yang tersedia di sejumlah area publik di Kota Wates dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya kerumunan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Pembatasan akses internet gratis ini sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Sebanyak 10 titik hotspot wifi yang terpasang di sejumlah area publik, meliputi Alun-alun Wates, Taman Wana Winulang, Taman Nagung, Kompleks Pemda dan Stadion Cangkring, kini tidak bisa dinikmati secara penuh.

Sebelum ada kebijakan itu, layanan wifi gratis yang disediakan Pemkab Kulonprogo itu bisa digunakan setiap hari dan berlaku 24 jam non stop. Sementara untuk saat ini layanan tersebut hanya bisa digunakan pada hari kerja, yakni Senin-Jumat dan hanya berlaku 10 jam, mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB.

"Di luar jam itu wifi kami matikan, termasuk untuk hari Sabtu-Minggu dan hari libur, kami matikan total," ujar Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kuloprogo, Sutarman, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2020).

Sutarman menjelaskan kebijakan pembatasan akses wifi gratis itu merupakan tindak lanjut dari protokol penanganan Covid-19, yang salah satu isinya mengatur tentang imbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan physical distancing. Sementara kawasan wifi publik merupakan lokasi yang rawan menimbulkan kerumunan.

"Sehingga kami batasi penggunaan wifi supaya tidak ada kerumunan di tempat-tempat publik," ucapnya.

Dikatakan Sutarman, kebijakan ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Layanan wifi baru akan kembali normal seperti sedia kala, jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan pengumuman bahwa wabah Corona telah berakhir.

Kebijakan pembatasan akses wifi gratis ini mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Andika Satya Pratama. Remaja berusia 17 tahun asal Kapanewon Wates, yang kerap menggunakan fasilitas wifi gratis di Alun-alun Wates ini mengaku tidak masalah dengan adanya kebijakan tersebut.

"Memang lebih baik seperti itu mas, untuk mencegah kerumunan, apalagi di Alun-alun Wates tuh kalau malam hari sering anak-anak muda masih pada gerombol buat wifi-an," ujarnya.