Imbas Corona, Ratusan Pekerja Migran Indonesia Kembali ke DIY

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Rahmatullah
22 April 2020 04:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANĀ - Selain ribuan pemudik, puluhan hingga ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di berbagai sektor di luar negeri disinyalir sudah pulang ke DIY. Mereka yang pulang ke rumah diingatkan untuk mengikuti protokol penanganan Covid-19.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) DIY Suparjo mengakui jika sejumlah PMI asal DIY sudah ada yang kembali ke tanah asal. Sebagian besar dari mereka adalah anak buah kapal (ABK) yang bekerja di luar negeri. "Kemarin kami dapat info ada 41 ABK yang datang dari luar negeri. Petugas kami sudah melakukan pendataan di Bandara NYIA," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (21/4/2020).

Hanya saja, Suparjo belum bisa menjelaskan secara detail ABK tersebut apakah berasal dari satu perusahan, satu negara atau beda. Alasannya, petugas BP3TKI masih terus melakukan pendataan. "Maaf belum bisa memberikan info yang jelas [masih lakukan pendataan]," ujar Suparjo.

Meskipun begitu, dia menerangkan jika seluruh PMI yang tiba di DIY diingatkan untuk tetap mengikuti protokol penanganan Covid-19 yang sudah digariskan oleh pemerintah. Saat tiba di DIY, mereka juga dihimbau untuk mengikuti protokol kesehatan dengan mengisolasi diri (karantina mandiri) selama 14 walaupun tidak bergejala.

"Kami sudah mengimbau agar semua PMI untuk semua bisa mengikuti protokol kesehatan," katanya.

Kepala TU BP3TKI DIY Sri Wartiyah menyatakan sejak Maret hingga April ini tercatat sekitar 130-an PMI yang sudah kembali ke DIY. Paling banyak, katanya merupakan ABK kapal pesiar. Jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah karena tidak semua PMI yang kembali berangkat dari BP3TKI DIY.

Untuk ABK misalnya, pemulangannya dipusatkan via Bali dan Jakarta. Rata-rata mereka ABK kapal pesiar yang berpusat di AS. Hanya saja informasi PMI yang pulang terkadang tidak disertai dengan alamat detail PMI. Termasuk yang turun di YIA, Kulonprogo. Ada kemungkinan, lanjut dia, PMI yang turun di YIA juga bukan warga DIY.

"Kami masih terus lakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Data detailnya kami belum ada. Yang jelas, PMI yang pulang baik di Jakarta maupun Bali sudah ditangani oleh Gugus Tugas Covid di masing-masing pemda," jelas Sri.

Selain ABK, terang Sri, ada beberapa PMI yang datang dari beberapa negara seperti Malaysia. Hanya saja, katanya, jumlahnya tidak banyak. "Untuk PMI di Malaysia karena rata-rata pekerja formal mereka dirumahkan tetapi tidak atau belum dipulangkan. Sampai saat ini mereka masih bergaji walaupun hanya basic saja," katanya.

BP3TKI DIY, lanjut Sri, terus memonitor keberadaan ribuan PMI yang berada di luar negeri. "Kami terus memonitor mereka yang masih di luar negeri terutama Malaysia. Kami terus berkoordinasi dengan P3MI yang memberangkatkan," katanya.

Koordinator Posko Satgas Covid-19 Desa Girikerto, Turi, Sleman, Teguh Raharjo mengatakan di desanya terdapat tiga PMI yang sudah kembali ke desa. Mereka berasal dari Jepan. "Mereka kembali karena kontraknya sudah selesai. Sudah sekitar seminggu lalu dan saat ini mereka masih menjalani masa karantina sebagai ODP," kata Teguh.