Masyarakat Diajak Berpikir Kritis dengan Membaca Buku
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Tes cepat melalui rapid test untuk mendeteksi infeksi Coronavirus Disease atau Covid di Bantul belum masif. Hal ini berdasarkan data jumlah rapid diagnostic test (RDT) yang sudah digunakan oleh Dinas Kesehatan setempat masih sedikit.
Sejak ditetapkannya darurat Covid-19, Dinas Kesehatan sudah menerima rapid test dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 760 dan tahap kedua sebanyak 1.200 rapid test. Sampai saat ini yang sudah digunakan sebanyak 600 rapid test terhadap 300 orang karena tiap orang memerlukan dua kali tes.
Dari 300 orang yang dites sebanyak sembilan orang di antaranya menunjukan hasil positif. Saat ini sembilan yang positif dua di antaranya sudah dilakukan tes swab dan hasilnya positif. Sisanya masih menunggu proses tes swab.
Untuk diketahui rapid test hanya screening awal untuk mengetahui apakah seorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Penegakan diagnosa tetap melalui uji swab dengan metode PCR.
Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan semua bantuan rapid test sudah terdiatribuai ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Laporan yang masuk baru terpakai 600 rapid test dan hasilnya sembilan orang positif.
Sri Wahyu mengakui belum semua rapid test digunakan karena sasaran yang dites terbatas hanya pada orang yang berkontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien poaitif Covid, serta pelaku perjalanan dari daerah yang terjangkit covid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.
Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp565,03 triliun. Simak wilayah dan sektor terdampak.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
BGN mencatat realisasi anggaran MBG Rp165 triliun, menjangkau 58 juta penerima dan menyerap 1,03 juta tenaga kerja lokal.