Orang Berkerumun Beli Takjil Jelang Buka Puasa, Physical Distancing di Bantul Ambyar

ilustrasi. - Reuters/Ina Fassbender
24 April 2020 18:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Hari pertama bulan Ramadan Jumat (24/4/2020), halaman depan Pasar Bantul terpantau ramai. Banyak orang yang berjualan hidangan berbuka atau takjil. Begitu juga dengan para pembelinya.

Sebagian dari mereka masih belum mengindahkan aturan pembatasan fisik atau physical distancing. Ada pula pembeli yang bahkan tidak pakai masker.

Tim gabungan yang terdiri dari SATPOL PP, Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan pun melakukan operasi simpatik di beberapa titik keramaian, termasuk di halaman Pasar Bantul. Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bantul, Hendro Cahyono mengatakan para pedagang dan pembeli masih belum mengindahkan aturan pembatasan fisik.

Jelang berbuka, katanya, jalan-jalan mulai ramai karena banyak orang yang keluar rumah untuk beli takjil. Ia memprediksi untuk beberapa hari mendatang, keramaian tersebut justru akan meningkat.

“Ini baru hari pertama. Mungkin besok-besok akan semakin ramai lagi,” katanya ketika ditemui di halaman Pasar Bantul.

Reni Hikmah, salah seorang warga setempat mengakui sedikit takut tertular Covid – 19. Hanya saja, ia memilih tetap keluar rumah untuk membeli takjil. Kondisi tersebut jelas mengkhawatirkan bagi orang di sekitarnya. Apalagi ia dan beberapa warga lainnya pergi tanpa menggunakan masker.

“Saya lupa bawa masker,” katanya.

Sejauh ini, belum ada larangan bagi masyarakat untuk berdagang hidangan takjil. Kepastian tersebut disampaikan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis. Ia mengatakan belum ada larangan maupun himbauan resmi dari pemerintah. Tidak ada larangan bagi masyarakat yang ingin berjualan takjil. Hal sama juga berlaku untuk masyarakat yang ingin belanja hidangan berbuka.

Namun, Helmi mengharapkan agar para pedagang dan pembeli harus tetap menjaga jarak dua meter. Khusus pedagang, wajib menyiapkan pensanitasi tangan dan memastikan barang dagangannya dalam kondisi bersih.

“Boleh berjualan. Tapi, harapan kita jika mereka berjualan harus tetap menjaga jarak,” katanya kepada Harian Jogja.