Calon Penumpang YIA Bisa Lakukan Jadwal Ulang

Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
25 April 2020 08:07 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Moda transportasi bergegas melakukan beragam penyesuaian setelah terbitnya peraturan terkait larangan mudik oleh pemerintah. Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai salah satu pintu masuk pemudik pun turut melakukan penyesuaian tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia (RI) Nomor PM 25 Tahun 2020 Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, YIA akan menutup berbagai penerbangannya.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Yogyakarta International Airport, Agus Pandu Purnama mengatakan pada hari ini Jumat (24/4/2020) masih ada 20 jadwal pesawat mendarat dan 20 pesawat untuk lepas landas. "Hari ini masih tahap penyesuaian, itu pun aktivitas handara hari ini hanya sampai pukul 20.00 WIB, selanjutnya penerbangan domestik akan ditutup sampai 1 Juni 2020," jelas Pandu.

Pandu menerangkan bagi penumpang yang terlanjur membeli tiket penerbangan pada waktu penutupan, bisa melakukan refund atau reschedule. YIA telah menyiapkan customer service maskapai di area check in keberangkatan untuk melakukan refund dan reschedule.

Meski demikian Pandu mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan refund maupun reschedule tetap menjalankan Protokol Tetap (Protap) Kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang berlaku. Pandu mengimbau masyarakat tetap menerapkan physical distancing dan menggunakan masker.

"Masyarakat juga bisa menghubungi pihak maskapai terkait lebih dalu untuk mengatur jadwal refund atau reschedule agar meminimalisir kerumunan," jelas Pandu.

Sementara itu Pandu menjelaskan terkait pelayan logistik melalui Terminal Kargo dan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) masih tetap beroperasi seperti biasa. Dia menambahkan tidak ada pembatasan jenis kargo, apa saja dilayani. "Pengiriman barang tetap diperbolehkan, karena tidak ada pergerakan manusia," jelasnya.