Stok Elpiji Aman selama Ramadan

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/ Nurul Hidayat
27 April 2020 21:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul memastikan stok elpiji bersubsidi ukuran tabung tiga kilogram untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan tetap aman.

Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano, mengungkapkan jajarannya memantau pola pemakaian elpiji di masyarakat menjelang dan di awal Ramadan. Hasilnya, perbandingan pemakaian sebelum dan selama Ramadan tak ada peningkatan yang signifikan. "Ketersediaan gas ukuran tiga kilogram atau biasa disebut gas melon kami pastikan aman selama Ramadan," kata Virgilio kepada Harian Jogja, Senin (27/4/2020).

Dia menjelaskan hasil pemantauan di lapangan belum ditemukan adanya lonjakan permintaan, sehingga pasokan dipastikan tetap aman. Jika terjadi lonjakan, Disperindag langsung berkoodinasi dengan PT Pertamina untuk menambah pasokan. "Diharapkan jangan sampai permintaan meningkat tetapi stok sedikit. Kami terus menjaga stabilitas harga dengan terus memantau stok elpiji," katanya.

Virgilio tak menampik jika pada hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri hingga Natal, tingkat pemakaian gas di masyarakat selalu meningkat. Khusus untuk Ramadan tahun ini Disperindag memastikan tingkat pemakaian masyarakat masih normal.

Untuk harga eceran tertinggi (HET) elpiji berada di angka Rp15.500 per tabung. Namun jika sudah berada di tingkat pengecer biasanya harga berubah. Sesuai data Disperindag Gunungkidul, agen penyalur elpiji di Gunungkidul sebanyak enam unit dan 756 pangkalan. "Kami mengawasi di tingkat agen agar harga sesuai HET," katanya.

Salah satu pemilik pangkalan elpiji di Kecamatan Patuk, Erfanto, mengungkapkan stok elpiji selama Ramadan masih aman. Meski demikian, dia berharap agar ada penambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih ketika mendekati Hari Raya Idulfitri. "Apalagi saat ini masih musim hujan, biasanya kalau hujan kebutuhan gas meningkat karena kayu bakar susah diperoleh," ujarnya.