Dua Atlet TASC Wakili DIY pada O2SN Renang Tingkat Nasional
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Polisi mengumbau sejumlah remaja yang tengah menongkrong untuk segera bubar, Minggu (12/4/2020)/Istimewa-Polres Gunungkidul
Harianjogja.com, JOGJA--Satpol PP DIY kini dibekali pentungan dan TNI Polri membawa senjata api untuk membubarkan kerumunan di tengah masyarakat.
Tetapi senjata yang digunakan itu tidak untuk digunakan hanya untuk menunjukkan ketegasan. Mengingat saat ini banyak masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan physical distancing, memakai masker sehingga ditemukan banyak warga yang masih berkumpul.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan untuk melakukan pembubaran kerumunan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Penengakan Hukum akan lebih tegas lagi dalam membubarkan kerumunan atau masyarakat yang tidak taat dengan protokol Covid-19. TNI dan Polri yang tergabung dalam tim di lapangan akan dilengkapi dengan senjata api, begitu juga dengan Satpol PP akan dibekali pentungan.
Senjata itu bukan untuk digunakan tetapi sebagai bentuk bahwa aparat akan lebih tegas. Harapannya masyarakat bisa lebih tertib, mengindahkan physical distancing.
"Untuk membubarkan kerumunan massa kita harus lebih tegas lagi dengan cara dari TNI Polri akan membawa senpi [saat di lapangan] tetapi tidak untuk dipakai ya. Senpi hanya akan dibawa. Kami [Satpol PP] akan membawa pentungan tetapi tidak untuk dipakai," katanya Rabu (29/4/2020).
Ia menambahkan pihak yang menciptakan kerumunan akan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi. Kafe atau warung yang masih buka dengan posisi kursi tidak berjarak satu meter, maka salah satu kursi yang berhimpitan akan diminta petugas. Begitu juga untuk warung lesehan yang tidak mengindahkan jaga jarak akan langsung digulung dan dibawa oleh petugas.
Kemudian bagi tempat usaha akan diberikan surat teguran sampai pada pencabutan izin. Hal ini tidak perlu ada regulasi baru, karena sebelumnya sudah ada aturan.
"Jadi kalau ada tempat usaha masih ngeyel tidak menerapkan physical distancing terancam dicabut izinnya," ucapnya.
Noviar menambahkan, pihaknya sudah membentuk empat regu untuk berjaga guna merespons aduan dari masyarakat terkait adanya kerumunan. Menurutnya aduan kerumunan itu datang dari berbagai wilayah yang jumlahnya sudah ratusan setiap harinya. Tim Gugus Tugas DIY bersama Kota Jogja akan menindaklanjuti aduan yang berada di dalam ringroad, sedangkan di luar Ringroad akan diserahkan kepada Gugus Tugas kabupaten sesuai wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.