RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi kegiatan siswa SMK./ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, BANTUL—Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul memastikan semua siswa sekolah menegah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sederajat, lulus tahun ini. Penentuan kelulusan siswa ini melalui ujian sekolah dan nilai rata-rata rapor atau tidak lagi dengan nilai Ujian Nasional (UN) lantaran sejak awal UN ditidakan pada masa pandemi Covid-19 ini. “Alhamdulillah lulus semua,” kata Kepala Balai Dikmen Bantul, Suhirman, Minggu (3/5/2020).
Total siswa SMA/SMK, dan sederajat di Bantul yang lulus tahun ini sebanyak 12.228 orang, yang terdiri dari 4.544 siswa SMA; 1.797 siswa MA; dan 5.587 siswa SMK. Suhirman mengatakan pengumuman kelulusan siswa sudah diumumkan secara serentak pada 2 Mei lalu secara daring melalui masing-masing sekolah.
Dia meminta para siswa tidak menggelar pesta kelulusan karena masih masa pandemi. Bagi siswa SMA yang belum lolos pada penerimaan seleksi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam SNMPTN, beberapa waktu lalu, agar mempersiapkan diri melalui seleksi dengan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK), tetapi tetap di rumah dan orang tua agar memberikan semangat.
“Untuk siswa SMK, karena saat ini sedang pandemi, sehingga lapangan kerja mungkin belum ada atau belum banyak, jadi bersabar dulu dan terus mencari info pekerjaan lewat online dan tetap di rumah. Bagi yang akan melanjutkan supaya mempersiapkan materi seleksi orang tua memotivasi dan mengarahkan,” ujar Suhirman.
Wakil Kepala SMAN 1 Bantul Urusan Humas, Martini Sugatri, mengatakan sebanyak 283 siswa di sekolahnya lulus. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 siswa lulus dengan menempuh studi selama dua tahun, yakni dari jurusan IPA 11 siswa dan IPS dua siswa. Adapun rata-rata nilai tertinggi dari kelulusan tersebut adalah 89.00 dari IPA dan 87,27 dari IPS.
Kelulusan diumumkan pada Sabtu siang lalu melalui website sekolah. Selain itu semua wali kelas juga kut menyampaikan pengumuman tersebut melalui media aplikasi Whatsapp. “Siswa bisa mencetak Surat Keterangan Lulus [SKL] dari rumah,” kata Martini.
Martini mengatakan pengumunan kelulusan kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya SMAN 1 Bantul menggelar wisuda dengan mengenakan kebaya khas Jawa, namun karena masih pandemi sehingga pengumuman kelulusan digelar sederhana, hanya melalui website.
Begitu pula dengan yang dialami SMKN 1 Pundong. Pengumuman kelulusan yang biasanya digelar melalui serangkaian kegiatan parade budaya dan pentas seni, kali ini cukup menyampaikannya melalui Whatsapp, “Kami harap semua siswa memahami karena masih dilanda pandemi,” kata Kepala SMKN 1 Pundong, Sutapa.
Sutapa mengatakan sebanyak 242 siswa di sekolahnya lulus. Dia tidak bisa membandingkan nilai kelulusan dengan sekolah lain karena tidak ada parameter nilai nasional seperti UN yang selama ini menjadi patokan yang bisa diperbandingkan.
Seusai mengumumkan kelulusan, sekolah juga sempat memantau sejumlah tempat menongkrong di Bantul. “Hasilnya memang sepi, tidak ada siswa khususnya siswa SMKN 1 Pundong yang berkonvoi,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR mendesak pemerintah mengangkat seluruh guru PPPK menjadi penuh waktu serta mengusulkan gaji minimal Rp7 juta per bulan.
Promo tiket Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko masih berlaku hingga 3 Juli 2026. Ada buy 1 get 1, diskon tiket, dan promo naik candi.
BLT Kesra Rp900.000 belum dipastikan cair pada Juli 2026. Simak penjelasan terbaru, syarat penerima, dan cara cek status bansos.
Kelurahan Kadipaten mendorong pemanfaatan pekarangan pangan melalui pelatihan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menambah penghasilan warga.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.