PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Ilustrasi kegiatan siswa SMK./ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, BANTUL—Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul memastikan semua siswa sekolah menegah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sederajat, lulus tahun ini. Penentuan kelulusan siswa ini melalui ujian sekolah dan nilai rata-rata rapor atau tidak lagi dengan nilai Ujian Nasional (UN) lantaran sejak awal UN ditidakan pada masa pandemi Covid-19 ini. “Alhamdulillah lulus semua,” kata Kepala Balai Dikmen Bantul, Suhirman, Minggu (3/5/2020).
Total siswa SMA/SMK, dan sederajat di Bantul yang lulus tahun ini sebanyak 12.228 orang, yang terdiri dari 4.544 siswa SMA; 1.797 siswa MA; dan 5.587 siswa SMK. Suhirman mengatakan pengumuman kelulusan siswa sudah diumumkan secara serentak pada 2 Mei lalu secara daring melalui masing-masing sekolah.
Dia meminta para siswa tidak menggelar pesta kelulusan karena masih masa pandemi. Bagi siswa SMA yang belum lolos pada penerimaan seleksi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam SNMPTN, beberapa waktu lalu, agar mempersiapkan diri melalui seleksi dengan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK), tetapi tetap di rumah dan orang tua agar memberikan semangat.
“Untuk siswa SMK, karena saat ini sedang pandemi, sehingga lapangan kerja mungkin belum ada atau belum banyak, jadi bersabar dulu dan terus mencari info pekerjaan lewat online dan tetap di rumah. Bagi yang akan melanjutkan supaya mempersiapkan materi seleksi orang tua memotivasi dan mengarahkan,” ujar Suhirman.
Wakil Kepala SMAN 1 Bantul Urusan Humas, Martini Sugatri, mengatakan sebanyak 283 siswa di sekolahnya lulus. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 siswa lulus dengan menempuh studi selama dua tahun, yakni dari jurusan IPA 11 siswa dan IPS dua siswa. Adapun rata-rata nilai tertinggi dari kelulusan tersebut adalah 89.00 dari IPA dan 87,27 dari IPS.
Kelulusan diumumkan pada Sabtu siang lalu melalui website sekolah. Selain itu semua wali kelas juga kut menyampaikan pengumuman tersebut melalui media aplikasi Whatsapp. “Siswa bisa mencetak Surat Keterangan Lulus [SKL] dari rumah,” kata Martini.
Martini mengatakan pengumunan kelulusan kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya SMAN 1 Bantul menggelar wisuda dengan mengenakan kebaya khas Jawa, namun karena masih pandemi sehingga pengumuman kelulusan digelar sederhana, hanya melalui website.
Begitu pula dengan yang dialami SMKN 1 Pundong. Pengumuman kelulusan yang biasanya digelar melalui serangkaian kegiatan parade budaya dan pentas seni, kali ini cukup menyampaikannya melalui Whatsapp, “Kami harap semua siswa memahami karena masih dilanda pandemi,” kata Kepala SMKN 1 Pundong, Sutapa.
Sutapa mengatakan sebanyak 242 siswa di sekolahnya lulus. Dia tidak bisa membandingkan nilai kelulusan dengan sekolah lain karena tidak ada parameter nilai nasional seperti UN yang selama ini menjadi patokan yang bisa diperbandingkan.
Seusai mengumumkan kelulusan, sekolah juga sempat memantau sejumlah tempat menongkrong di Bantul. “Hasilnya memang sepi, tidak ada siswa khususnya siswa SMKN 1 Pundong yang berkonvoi,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Presiden Prabowo mengapresiasi dedikasi petugas Makan Bergizi Gratis yang bertugas hingga daerah terpencil dalam Konsolidasi Nasional MBG.
Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal pada Haji 2026 turun drastis menjadi sekitar 180 orang berkat pengetatan istitha'ah kesehatan.
Geopark Night Specta 2026 di Gunungkidul bakal digelar 10-11 Juli. Lavora dipastikan tampil, sementara Ari Lasso masih dalam tahap koordinasi.
KPK menyita emas ratusan gram, uang valas, rekening, dan 33 kendaraan dalam OTT kasus pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Pengadilan Militer Jakarta menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Serka Mochamad Nasir dalam kasus pembunuhan kepala cabang bank.