Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona./Reuters- Dado Ruvic
Harianjogja.com, BANTUL- Pasien yang terkontaminasi positif Coronavirus Disease atau Covid-19 di Bantul bertambah tiga orang per Sabtu (2/5/2020) menjadi 30 orang.
Tiga pasien positif terbaru tersebut salah satunya adalah laki-laki usia 51 tahun asal Kecamatan Kasihan. Pasien tersebut masuk dalam klaster Gereja GBIP Ngupasan Jogja.
“Beliau ikut dalam satu rombongan ke Semarang dalam rangka ibadah,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Minggu (3/5/2020). Informasi penelusuran yang dia peroleh baru sebatas itu.
Satu pasien positif hasil pemeriksaan swab itu merupakan tindaklanjut dari penelusuran Dinas Kesehatan Bantul. Dinas Kesehatan kabupaten setempat telah menelusuri klaster GBIP dan mendapati ada lima orang yang berhubungan langsung dengan jemaah GBIP kemudian dilakukan tes cepat melalui Rapid Diagnostic Test (RDT). “Ada lima yang di-rapid test baru satu yang positif, lainnya negatif,” kata Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso.
Kini pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati (RSPS). Sementara itu dua pasien lainnya yang dinyatakan positif per 2 Mei 2020 adalah perempuan usia 38 tahun asal Kecamatan Sewon dengan riwayat masih dalam penelusuran dan pasien perempuan usia 26 tahun asal Kecamatan Sewon dengan riwayat baru melakukan perjalanan dari Jakarta. Keduanya masing-masing dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) dan Jogja International Hospital (JIH).
Adanya penambahan tiga pasien ini, maka total pasien positif Covid di Bantul sampai 2 Mei 2020 sebanyak 30 orang. Dari 30 orang tersebut 17 orang di antaranya masih dalam perawatan di rumah sakit RSPAU Harjolukito dua orang, Bethesda satu orang, RSLCK 10 orang, RSPS tiga orang, dan JIH satu orang. Sementara 11 orang lainnya dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.