Sensus Penduduk Online Hampir Capai Target

Foto ilustrasi. - Ist/Everypixel
04 Mei 2020 21:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul melaporkan warga yang berpartisipasi melakukan pengisian sensus penduduk secara online hampir mencapai target. Hingga Minggu (3/5/2020), warga yang terdata sudah mencapai 91,91% dari target sebanyak 35.700 kepala keluarga (KK)

Kepala BPS Gunungkidul, Sumarwiyanto, menuturkan selama perpanjangan waktu hingga 29 Mei ini tingkat partisipasi masyarakat cukup baik dan tinggi. Seperti diketahui, BPS memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran sensus online yang semula berakhir pada 3 April. Perpanjangan dilakukan menyusul adanya pandemi Corona. "Setelah perpanjangan ini, hingga Minggu malam data yang masuk berjumlah 91,91 persen atau total 32.812 KK," kata Sumarwiyanto, Senin (4/5/2020).

Ia mengungkapkan pada Maret terpantau ada peningkatan pengakses yang cukup signifikan, tetapi hingga ke tahap submit masih kurang. Dengan jumlah tersebut, tidak kurang dari 115.947 jiwa yang datanya sudah ter-update di database.

Sumarwiyanto mengimbau agar masyarakat yang belum mengakses sensus penduduk online bisa mengikuti langkah warga lainnya yang sudah update data. Menurut dia, akses sensus penduduk online yang mudah dan cepat bisa diisi saat waktu senggang. "Tidak lama, hanya sekitar 15 menit saja menggunakan android atau komputer yang terkoneksi Internet," paparnya.

Ia tak menampik dalam pengisian sensus penduduk online masyarakat di Gunungkidul mendapatkan kendala, salah satunya yakni akses internet. Dengan lokasi geografis wilayah Gunungkidul yang didominasi perbukitan, bisa dipastikan sinyal bisa tiba-tiba putus. Hal ini sering dialami oleh warga yang tengah mengakses aplikasi sensus penduduk online.

Menurut dia, persoalan itu bisa dimaklumi. Namun demikian, warga yang tidak melakukan sensus penduduk secara online, maka BPS tetap menyediakan layanan sensus secara offline. Sensus ini sebelumnya direncanakan dilaksanakan pada Juli, tetapi karena pandemi Corona kemudian digeser September. "Sensus kami lakukan door to door, tetapi selagi masih dilakukan sensus online, maka masyarakat bisa segera memanfaatkan waktu yang tersisa," katanya.