Gencar Lakukan Rapid Test Massal, Bantul Kehabisan Alat RDT

Istri Bupati Bantul Erna Kusmawati mengikuti rapid diagnostic test (RDT) di halaman Dinkes Bantul, Selasa (28/4/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Mei 2020 15:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sampai saat ini sudah lebih dari 2.000 orang yang menjalani rapid diagnostic test (RDT) sejak Covid-19 masuk Bantul. Alat rapid test pun habis dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul segera mengajukan tambahan bantuan ke Pemda DIY.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan yang terbaru ada 170 peserta rapid test massal yang diikuti oleh masyarakat dan ASN. Sasarannya adalah orang yang paling berisiko seperti pernah bersinggungan dengan pasien positif dan pelaku perjalanan terutama dari daerah zona merah Covid-19. “Sebenarnya ada 414 orang yang mendaftar lewat aplikasi tapi yang memenuhi syarat hanya 170 orang yang berisiko,” kata Sri Wahyu.

Bagi peserta tes yang hasilnya reaktif langsung menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 di Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, sedangkan yang hasilnya negatif akan menjalani tes RDT kedua pada 10 hari ke depan.

Tes RDT massal di Dinkes Bantul ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya tes serupa digelar di tempat yang sama dengan menyasar 208 pada tahap pertama dan 216 pada tahap kedua.

Dokter Oky, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan sampai saat ini sudah lebih dari 2.000 orang yang menjalani rapid diagnostic test (RDT) sejak Covid-19 masuk Bantul. Alat rapid test pun habis dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul segera mengajukan tambahan bantuan ke Pemda DIY.