Kejar Pengendara Sambil Bawa Clurit, Anak SMA Swasta Kota Jogja Ditangkap

Tersangka IZ, 17, warga Sleman di Mapolsek Bulaksumur. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
08 Mei 2020 10:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Seorang pria yang nekad membawa senjata tajam (Sajam) berupa sebilah clurit akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polsek Bulaksumur. Pelaku mengaku membawa clurit karena sebelumnya ditantang oleh seseorang yang tidak ia kenali.

Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Fendi Timur mengungkap identitas pelaku berinisial IZ, 17, warga Sleman. Pelaku masih duduk di bangku kelas satu SMA swasta di kota Jogja. Pelaku nekat membawa clurit karena ia mengaku ditantang oleh seseorang.

"Pada Minggu (19/4/2020) lalu, IZ ditantang oleh seseorang melalui pesan via WhatsApp. IZ tidak terima atas tantangan yang ia sendiri tidak tahu itu siapa. Akhirnya, IZ mengumpulkan ketiga temannya untuk mencari keberadaan si penantang dengan membawa sebilah clurit," ujar Fendi, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut, IZ mengumpulkan tiga orang temannya antara lain DO, BM, dan IK. Kemudian, keempat pelaku menggunakan dua sepeda motor. Pelaku dan teman-temannya memutuskan untuk berkeliling di seputaran Jalan Kaliurang km 5.

"Keempat korban tidak menemukan keberadaan si penantang IZ. Justru mereka malah mengejar seseorang yang berpapasan dengan mereka di depan McDonald's Jalan Kaliurang. Sontak kedua orang yang dikejar oleh IZ dan ketiga temannya panik dan berteriak minta tolong," jelasnya.

Saat pelaku hendak mengejar korban yang notabene bukan lawan maupun musuh, teman pelaku IZ berinisial IK justru berujung nahas. IK yang sempat selip saat mengendarai kendaraan bermotor miliknya menabrak kendaraan IZ hingga terjatuh.

"Motor IK tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP). Ketika kami mintai keterangan ke rumahnya ternyata kosong. Kosongnya rumah IK ternyata ia dirawat di IGD salah satu rumah sakit yang ada di Jogja. Akhirnya kami profiling IK ini siapa. Ternyata IK merupakan anggota geng sekolah bernama Respect," terangnya.

Setelah melakukan penyelidikan, ketiga pelaku lainnya akhirnya ditangkap polisi pada Senin (20/4/2020) sore. Diantaranya, DO, BM, dan IZ. Setelah dilakukan interogasi, pelaku DO dan BM membenarkan jika pelaku IZ membawa sajam saat beraksi di Jalan Kaliurang.

Adapun, berdasarkan keterangan di lapangan, Fendi dan jawatannya mengetahui belakangan jika geng sekolah IZ pernah berselisih paham dengan geng salah satu sekolah di Jogja yakni Vozter.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah si penantang IZ merupakan anggota geng sekolah lain atau tidak. Hal tersebut dikarenakan IZ sendiri tidak tahu menahu siapa yang menantangnya. Intinya ada seseorang yang menantang IZ. Pelaku tidak terima atas perlakuan tersebut," ungkap Fendi.

Kendati demikian, polisi hanya melakukan penahanan terhadap IZ yang terbukti membawa sajam dengan maksud untuk melukai orang lain. Sedangkan, untuk pelaku lainnya belum dilakukan penahanan.

"Namun jika ada bukti dan sehingga mengubah fakta yang ada, tidak menutup kemungkinan teman IZ juga kita akan lakukan penahanan, sajam yang dipakai oleh IZ saat beraksi sendiri ditemukan di Gamping, Sleman di rumah temannya," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bulaksumur Kompol Sugiyarto mengatakan jika karena pelaku masih duduk di bangku SMA dan berumur 17 tahun maka dalam penindakannya juga akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan peradilan yang ada.

"Pelaku anak dijerat dengan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1952 dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun juncto undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak," tutupnya.