Pemkab Gunungkidul Verifikasi 30 Gerai KDMP, Ini Tujuannya
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Ilustrasi Audit BPK
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah upaya memerangi penyebaran Coronavirus Disease-19 (Covid-19), Pemkab Gunungkidul mendapatkan kado manis. Untuk kelima kalinya secara beruntun Pemkab mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengaku bangga dengan predikat WTP yang diraih. Pasalnya, penghargaan ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemerintahan di Gunungkidul berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel. “Saya bersyukur di tengah-tengah situasi yang tidak baik ini kami masih dapat mempertahankan predikat WTP untuk kelima kalinya secara beruntun,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).
Menurut dia, raihan prestasi ini bukan semata-mata tugas dari Pemkab karena anggota DPRD juga ikut membantu dalam melaksanakan fungsi pengawasan yang dimiliki. Selanjutnya, Badingah meminta kepada seluruh jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Jangan terlena karena penghargaan yang diperoleh karena harus dijadikan penyemangan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Meski mendapatkan predikat WTP, ada sejumlah catatan yang diberikan. Hanya saja, Badingah belum bisa memberikan rincian terkait dengan catatan tersebut. “Saya belum sempat membuka, tetapi yang jelas ada. Itu menjadi tanggung jawab kami untuk menindaklanjutinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.