Viral Mi Ayam Bu Tumini Frozen, Tumini Junior: Kami Belum Pernah Membuat Mi Ayam Mentah

Mi ayam frozen Bu Tumini tak berizin - Facebook - Tumini Junior/Suara.com
11 Mei 2020 11:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Belakangan ini warga Jogja gembira karena kehadiran mi ayam Bu Tumini mentah dalam kemasan, yang bisa dimasak di rumah di tengah pandemi virus Corona penyebab Covid-19.

Namun saat ini, mereka harus menahan kecewa lantaran ada polemik di baliknya. Ternyata mi ayam frozen yang dijual lengkap dengan sayuran dan bumbunya tersebut bukan ciptaan warung mi ayam tersohor di Jogja itu.

Fakta terkuak setelah akun Facebook Tumini Junior, yang tampaknya dioperasikan anak mendiang Bu Tumini, menyampaikan klarifikasi di grup INFO MIE AYAM JOGJA pada Minggu (10/5/2020). Klarifikasi tersebut disertai tangkapan layar foto mi ayam frozen berlabel "Bu Tumini" yang diunggah akun Instagram @yuktukoni.

Tumini Junior mengungkapkan bahwa warung mi ayam Bu Tumini tak pernah membuat produk mentah dalam kemasan seperti yang dijual @yuktukoni. Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa penjual mi ayam frozen "Bu Tumini" memang mengambil stok dari warung Bu Tumini, tetapi tak pernah meminta izin soal inovasi produk.

"Izin klarifikasi nggih, Mas Admin. Malam, pelanggan mie ayam Bu Tumini. Di sini saya ingin memberitahukan bahwa mie ayam Bu Tumini belum pernah membuat mie ayam mentah yang sudah beredar di Instagram atau Twitter. Pihak yang bersangkutan memang ambil mie ayam kepada kami, tapi sebelumnya kami tidak tahu untuk dijual lagi. Kami tidak mempermasalahkan untuk dijual lagi, sah-sah saja. Yang jadi permasalahan kami, pihak mereka memberi label yang niat banget di mie ayam itu tanpa persetujuan kami. Kami merasa itu salah, melanggar kode etik," tulis Tumini Junior.

Selain masalah kode etik, Tumini Junior menambahkan, pihaknya merasa dirugikan karena, jika ada komplain dari konsumen terkait mi ayam frozen itu, maka warung asli mi ayam Bu Tumini berpotensi menjadi sasaran amuk.

"Tanpa pertimbangan dan rembukan pada kami kalau dibuat frozen. Sedangkan mereka bukan pedagang mie yang belum tentu tau bertahan berapa lamakah mie itu posisi di luar? Agar tetap terjaga rasanya, dan apabila terus terjadi mie itu kecut, siapakah yang dirugikan? Kamilah yang dirugikan," imbuhnya.

Di akhir klarifikasi, Tumini Junior mengingatkan supaya para pengusaha kuliner menghargai perjuangan almarhum Tumini, yang kini telah dikenal sebagai pembuat mi ayam legendaris di Jogja.

"Mie ini perjuangan orang tua kami. Kami berusaha tetap menjaga. Jangan cuma karena rupiah berlaku seenaknya. Hargai perjuangan orang tua kami untuk menjadikan mie ayam Bu Tumini ini," tutup Tumini Junior.

Klarifikasi itu memperkuat dugaan akun Twitter @InfoMieAyamYK bahwa mi ayam frozen "Bu Tumini" itu tak berizin. Pada Jumat (8/5/2020) lalu, akun itu mengunggah tangkapan layar direct message (DM) dengan Eko Supriyanto, putra sulung Bu Tumini, di mana Eko mengatakan, "Kita enggak jual mentah dengan label kayak gitu."

Namun di akhir utas, @InfoMieAyamYK mengabarkan, permasalahan antara pemilik warung mi ayam Bu Tumini dengan penjual mi ayam mentah "Bu Tumini" telah diselesaikan secara internal.

Di Instagram, akun @yuktukoni juga telah menyampaikan klarifikasi melalui story pada Minggu pagi. Berikut isi lengkap klarifikasi dari Tukoni itu, yang berjudul "Maksud Baik Itu Bernama Kreatifitas":

"TUKONI lahir dari obrolan untuk menyemangati dunia usaha di situasi saat ini supaya tetap optimis walaupun harus berjarak.

Akhirnya munculah gagasan jualan bareng-bareng di satu account IG ini, banyak langsung ikut gabung, ada yang harus diyakinkan untuk gabung, dan juga ada satu inisiatif yang dilakukan membuat produk yang aman dikonsumsi di rumah.

Salah satunya adalah Mie Ayam Bu Tumini. Siapa ynag enggak kenal mi satu ini? Dan team akhirnya berusaha berkomunikasi dengan staf yang di warung Giwangan, dan dari mereka juga diyakinkan kalau bisa membuat terobosan produk tersebut.

Maksud baik itu namanya kreatifitas, dan sudut pandangnya bisa saja salah. Kami memadukan jastip dengan packing frozen, jadilah sebuah produk Mie Ayam Bu Tumini - Frozen Food.

Dengan berbekal 2 porsi yang kami beli di warung tersebut persis dengan bungkusan yang terpecah-pecah untuk disatukan, & kami coba membuat versi frozen dengan label.

Setelah kami coba beberapa hari hasil porsi itu, kita yakin kalau produk ini siap, dan kami memesan lagi beberapa porsi dengan kondisi terpisah.

Sambil tetap kami menghubungi pihak keluarga karena memang dari staf diberikan nomor telepon.

Kemudian kami packing dan coba kami kirim ke beberapa kolega dan meletakkan di IG Tukoni, dan mereka surprised ada produk ini karena sebagian kangen menikmati ini, tetapi karena kondisi saat ini, jadi tidak memungkinkan untuk beli langsung.

Dan maksud baik itu tadi telanjur viral, dan pihak keluarga baru bisa berkomunikasi setelah ini, dan terjadi kesepakatan. Pertama, pastilah kami memohon maaf telah mengombinasikan jastip (jasa titip) dengan mengemas ulang dan melabeli.

Dan yang kedua, ini yang luput dari maksud baik kami tadi, yaitu mempertahankan rasa. Keluarga khawatir, rasa akan mengecewakan sampai ke konsumen.

Akhirnya malam itu hari Jumat juga kami turunkan produk frozen food - Mie Ayam Bu Tumini, dan tidak menjual lagi.

Mohon maaf bagi seluruh penggemar mie, terutama keluarga Bu Tumini atas kejadian ini.

TUKONI."

Sumber : Suara.com