Gelombang Tinggi, Nelayan di Bantul Sempat Tak Melaut

Sejumlah nelayan membongkar ikan dari kapal yang merapat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini. - Istimewa/Dokumen DKP DIY
11 Mei 2020 12:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Gelombang tinggi yang menerjang pantai selatan di Bantul beberapa hari terakhir sempat membuat nelayan gagal melaut. Mereka memilih mengurungkan niat melaut demi keselamatan diri.

“Dua hari terakhir gelombangnya memang tinggi. Nelayan enggan untuk melaut,” kata salah satu salah satu nelayan di Pantai Depok, Henry Triyono, Senin (11/5/2020).

Kendati demikian, kondisi ini tidak berangsur lama. Sebab, kata Henry, mulai Senin (11/5/2020) ada beberapa nelayan yang sudah mulai melaut.

“Karena, hari ini kan gelombangnya sudah tidak terlalu tinggi,” lanjutnya.

Sementara berdasarkan rilis dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin (11/5/2020), sebagian wilayah DIY seperti Bantul, Wates, dan Gunungkidul diprediksi berawan pada siang hari. Sedangkan di Sleman dan Kota Jogja akan turun hujan lokal.

Memasuki malam hari, wilayah Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kota Jogja berawan, Wates cerah berawan. Selasa (12/5/2020) dini hari seluruh wilayah DIY cerah berawan.

Suhu udara untuk hari ini berkisar 23-33 derajat Celsius, kelembapan 55-90%. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk hari ini.

“Waspadai peningkatan tinggi gelombang di pesisir selatan DIY 2,5-3,5 meter,” tulis BMKG.