Transportasi Dilonggarkan, Organda DIY Berharap Ada Pemantauan Angkutan Liar

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
12 Mei 2020 09:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY mengharapkan aparat penegak hukum dapat tegas menindak angkutan liar selama pelonggaran transportasi, karena kekhawatiran tidak adanya standar protokol pencegahan Covid-19.

Ketua Organda DIY, Hantoro mengatakan pihaknya akan mencoba mengikuti kebijakan pemerintah terkait pelonggaran transportasi. “Ya sudah kami ikuti untuk jalan, karena daripada angkutan liar juga yang jalan tidak ada standar protokol pencegahan Covid-19. Itu kan kendaraan biasa kecil, jadi dari physical distancing saja tidak terpenuhi,” ucap Hantoro, Senin (11/5/2020).

Hantoro mengatakan kebijakan yang diambil pemerintah ini sebanarnya juga terbilang mendadak dan cukup membingungkan bagi pelaku usaha. Bagaimanapun yang dirugikan menurut Hantoro, nantinya masyarakat juga. Oleh karenanya dengan saat ini berjalannya sejumlah angkutan, meski tidak banyak Ia mengharapkan tetap sesuai protokol pencegahan Covid-19.

“Kalau di terminal kan jelas bisa dilihat riwayat perjalanan, tujuan perjalanan, kemudian juga kondisi kesehatannya. Kalau memang tidak memenuhi aturan yang ada ya ditolak. Sekarang juga tidak bisa mengangkut penumpang sembarangan di jalan,” ucapnya.

Dia mengatakan jika memang harus berhenti sementara pun para pelaku usaha sudah siap. Terpenting menurutnya saat ini bagaimana memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terlebih dahulu. Saat ini juga hanya beberapa perjalanan dikatakan Hantoro yang dilayani, paling banyak biasanya dari Kuningan, Jawa Barat.

Jika melihat data dari Terminal Giwangan jumlah penumpang bis AKAP telah mengalami penurunan cukup signifikan pada Selasa (28/4/2020) jumlah penumpang datang hanya 65 dan berangkat 300 penumpang.

Angka tersebut cukup jauh jika dibandingkan hari sebelumnya atau Senin (27/4/2020) dimana jumlah penumpang datang sebanyak 280, dan penumpang berangkat mencapai 753 orang. Jumlah penumpang di Terminal Giwangan pun semakin turun dari waktu ke waktu. Pada Senin (11/5/2020) jumlah penumpang datang hanya 40 dan penumpang berangkat 95 penumpang.