Gegara Pasien Positif Covid-19 Tak Kooperatif, 24 Warga di Bantul Harus Jalani Isolasi

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 Mei 2020 12:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 24 warga di Dusun Demangan, Argodadi, Sedayu, Bantul, terpaksa harus menjalani rapid test oleh petugas Puskesmas 2 Sedayu dan isolasi mandiri sejak beberapa hari yang lalu.

Hal ini dilakukan setelah mereka sempat menjalani kontak dengan salah satu pasien positif Covid-19, yang juga karyawan Indogrosir.

“Untuk hasil rapid test ke-24 warga, saya belum tahu. Namun, mereka memang saat ini langsung menjalani isolasi mandiri,” kata Kepala Dusun Demangan, Argodadi, Sedayu, Tri Purwanto, Selasa (12/5/2020).

Tri mengungkapkan, ke-24 sejatinya tidak harus menjalani rapid test dan isolasi mandiri, jika saja pasien positif Covid-19 ini kooperatif. Sebab, pasien positif Covid-19 ini sejatinya sudah tidak diperbolehkan masuk kerja dan harus menjalani isolasi mandiri pada Jumat (24/4/2020) hingga 3 Mei 2020 lalu.

Akan tetapi, dalam perkembangannya, pasien positif Covid-19 tersebut justru bertindak tidak kooperatif dan tidak jujur kepada warga sekitar.

“Kami mengetahui kalau dia positif dari dokter. Begitu tahu yang bersangkutan positif, kami langsung melakukan tracking, dan mendapatkan ada 24 orang sempat interaksi. Mereka kemudian kami minta jalani rapid test dan isolasi mandiri,” terang Tri.

Adapun untuk pasien positif Covid-19, saat ini telah dirawat di RS PKU Bantul. Pasien ini sempat dijemput oleh RS PKU Bantul, sebelum dinyatakan positif pada Jumat (8/5/2020) lalu.

“Untuk bapak dan neneknya juga sudah menjalani rapid tes dan hasilnya negatif. Mereka saat ini menjalani isolasi mandiri dan kami berikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan mereka selama isolasi,” kata Tri.

Selain satu pasien positif di Dusun Demangan, Argodadi, saat ini ada dua pasien positif lainnya yang ada di Kecamatan Sedayu. Kedua pasien ini saat ini menjalani perawatan di RS JIH dan berasal dari Dusun Metes, Argorejo.

Kepala Desa Argorejo Ngadimin mengungkapkan, sampai saat ini dua pasien positif di wilayahnya yang berstatus suami istri masih menjalani perawatan di RS JIH, sejak 30 April lalu. Karena keduanya kooperatif maka, Pemdes setempat hanya melakukan penyemprotan di wilayah dusun tersebut.

“Selain itu kami juga membagi sembako di wilayah tersebut. Sejauh ini komunikasi terus kami lakukan, baik dari tim gugus tugas yang kami bentuk maupun masyarakat,” ucap Ngadimin.