Pemkab Sleman Sudah Bersiap Jika Kasus Positif Klaster Indogrosir Melonjak

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
11 Mei 2020 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman sudah menyiapkan alternatif kamar isolasi jika terjadi penambahan jumlah kasus Covid-19 dari klaster Indogrosir. Hal ini untuk mengantisipasi jika banyak pengunjung Indogrosir yang mengikuti rapid test massal reaktif.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan jika nanti banyak warga yang menjalani rapid test hasilnya reaktif tentu dibutuhkan ruang isolasi untuk merawat mereka. Sesuai kebijakan dan protokol penanganan Covid-19, bagi warga yang reaktif saat rapid test maka harus diisolasi di rumah sakit.

Hanya saja, dikarenakan tempat isolasi di rumah sakit terbatas Pemkab Sleman menyiapkan ruang isolasi alternatif yang bisa digunakan selain di rumah sakit. "Kami menyiapkan kamar isolasi di Asrama Haji. Kapasitas yang kami sediakan di asrama itu sekitar 150-an kamar," jelasnya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Karenanya, para penghuni Asrama Haji yang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) maupun OTG (orang tanpa gejala) segera dipulangkan ke rumahnya untuk menjalani isolasi mandiri. "Kami sudah siapkan sumber dayanya, petugas yang akan merawat pengunjung Indogrosir yang reaktif di Asrama Haji," katanya.

Selain Asrama Haji, kata Joko, alternatif lainnya adalah Balai Diklat Kementerian PMD di Kalasan dengan kapasitas 100 ruangan, Wisma Sembada dengan kapasitas 50 ruangan dan Rusunawa Gemawang dengan kapasitas 74 kamar. "Tapi tentu saja kami harus persiapkan lebih dulu fasilitas dan SDMnya," kata Joko.