Kekurangan SDM, Bantul Kesulitan Kirim Tenaga Medis ke RS Rujukan Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
12 Mei 2020 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DIY terkait pemenuhan sumber daya manusia (SDM) dan pendanaan untuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito yang akan menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dari kabupaten dan kota.

Sebab tenaga kesehatan yang dimiliki Bantul saat ini sudah minimal, bahkan beberapa petugas kesehatan di puskesmas maupun di kantor Dinas Kesehatan sudah ditarik untuk melayani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.

“Tenaga kesehatan yg dari unsur Dinas Kesehatan Bantul [kantor Dinkes dan Puskesmas] sudah minimalis, karena sebagian sudah direalokasikan ke RS lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Rahajo, Selasa (12/5/2020).

Ia tidak menyebut berapa tenaga medis yang kurang. Namun berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Bantul 2018 jumlah tenaga kesehatan di Bantul ada 2.275 orang dengan rincian sebanyak 1.007 perawat, 407 bidang, 238 dokter umum, dokter spesialis dan apoteker masing-masing 202 orang, tenaga gizi 77 orang, sanitarian 57 orang, dokter gigi 54 orang, tenaga kesehatan masyarakat 37, dan dokter spesialis gigi delapan orang.

Sebelumnya Agus Budi Raharjo mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini proses pelayanan di puskesmas juga diubah. Petugas medis di rumah sakit dan puskesmas tidak setiap hari berhadapan dengan pasien, melainkan digilir, “Misalnya hari ini kontak dengan pasien besok tidak. Sehari kontak sehari tidak. Khusus di bagian pelayanan,” kata dia.

Semua petugas medis juga fokus di puskesmas dan rumah sakit sehingga semua puskesmas pembantu sementara ini tutup.