Prediksi Spanyol vs Austria di 32 Besar Piala Dunia: La Roja Unggul
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
Ketua RW 2 Juwangen, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Hendricus Mulyono (kanan) bersama Ketua PKK Sleman Kustini (kedua dari kanan) saat mengajak masyarakat untuk menanam tanaman pertanian di pekarangan masing-masing, Selasa (12/5/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pandemi Covid-19 berdampak secara sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Demi menjaga ketahanan pangan, masyarakat diminta untuk menanam tanaman pertanian di lingkungannya masing-masing.
Ketua RW 2 Juwangen, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Hendricus Mulyono mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda saat ini berdampak pada kehidupan masyarakat. Agar ketahanan pangan masyarakat kuat, dia meminta seluruh warga menanam tanaman pertanian di lingkungannya masing-masing.
Lahan-lahan yang kosong dan tidak terpakai di Juwangen, kata Mulyono, akan ditanami berbagai tanaman produktif untuk ketahanan pangan. "Ini bentuk pemberdayaan bagi masyarakat Juwangen. Agar ketahanan pangan masyarakat kuat, maka kami menggerakkan warga untuk menanam tanaman cepat panen di masing-masing rumah," kata Mulyono saat menerima kunjungan Ketua PKK Sleman Kustini, Selasa (12/5/2020).
Guna memberi contoh hasil ketahanan pangan yang selama ini dilakukan keluarga Mulyono, mereka membagikan hasil panen berupa beras, daging ayam, kangkung, cabai dan hasil pertanian lainnya kepada warga.
Warga juga bisa memelihara ayam dan kolam ikan. Aktivitas ngingu tersebut juga untuk mengisi kekosongan selama menjalani seruan pemerintah untuk stay at home. Menurut dia, pola menanam tanaman cepat panen seperti yang mereka lakukan selama ini bisa membantu warga di tengah pandemi Covid-19. Warga juga memiliki lapangan pekerjaan sendiri agar tidak jenuh. "Ini bertepatan dengan ulang tahun istri saya Ketua PKK Juwangen Sri Sumaryati. Hasil pertanian di pekarangan ini, kami bagikan kepada warga, anak indekos dan orang yang membutuhkan," katanya.
Dia berharap pola yang sama tidak hanya dilakukan di Juwangen tetapi di semua dusun di Sleman. Dengan begitu, masyarakat tidak akan lagi kesulitan dan berdiam diri menunggu bantuan sembako dari pemerintah.
Ketua Tim PKK Sleman Kustini mengatakan menjaga ketahanan pangan saat ini dibutuhkan untuk melawan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Masyarakat, kata Kustini, diminta untuk manfaatkan lahan pekarangan di sekitarnya. "Tujuannya agar lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan bisa ditanami tanaman apa saja. Bisa sayur-sayuran, kolam ikan atau komoditas lainnya," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
Program Makan Bergizi Gratis dipastikan terus berjalan. Hashim tegaskan komitmen Prabowo dan soroti pentingnya pengawasan.
Wali Kota Solo Respati Ardi dilaporkan ke Kejari terkait baliho ultah Jokowi. Ia hormati proses hukum dan siap mengikuti aturan.
IFBC 2026 Jogja resmi dibuka di JEC, hadirkan ratusan peluang usaha dan dorong UMKM bersaing di pasar global.
KPK dalami pengakuan Menhut soal amplop dari Bupati Kuansing. Diduga terkait izin kawasan hutan dan gratifikasi.
Teh hijau usai makan malam bantu turunkan kolesterol LDL. Kaya katekin dan antioksidan, tapi bukan solusi instan.