Musim Paceklik di Tengah Pandemi, Warga Diingatkan untuk Mulai Menanam

Keluarga Mulyono menyumbangkan hasil pertanian dan ajak warga memanfaatkan lahan pertanian agar lebih produktif untuk ketahanan pangan, Selasa (12/5/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
12 Mei 2020 18:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pandemi virus Corona berdampak secara sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Demi menjaga ketahanan pangan, masyarakat diminta untuk menanam tanaman pertanian di lingkungannya masing-masing.

Ketua RW 2 Juwangen Purwomartani Kalasan, Hendricus Mulyono mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda saat ini berdampak pada kehidupan masyarakat. Agar ketahanan masyarakat atas pangan kuat, ia meminta agar seluruh warga bisa menanam tanaman pertanian di lingkungannya masing-masing. Lahan-lahan yang kosong dan tidak terpakai di Juwangen, kata Mulyono, akan ditanami berbagai tanaman produktif untuk ketahanan pangan.

"Ini bentuk pemberdayaan bagi masyarakat Juwangen. Agar ketahanan pangan masyarakat kuat, maka kami menggerakkan warga untuk menanam tanaman cepat panen di masing-masing rumah," kata Mulyono saat menerima kunjungan Ketua PKK Sleman Kustini, Selasa (12/5/2020).

Untuk memberi contoh hasil ketahanan pangan yang selama ini dilakukan keluarga Mulyono, mereka membagikan hasil panen berupa beras, daging ayam, kangkung, cabai dan hasil pertanian lainnya kepada warga. Warga juga bisa memelihara ayam dan kolam ikan. Aktivitas ngingu tersebut juga untuk mengisi kekosongan selama menjalani seruan pemerintah untuk stay at home.

Menurutnya, pola menanam tanaman cepat panen seperti yang mereka lakukan selama ini bisa membantu warga di tengah pandemi Covid-19. Warga juga memiliki lapangan pekerjaan sendiri agar tidak jenuh. "Ini bertepatan dengan ulang tahun istri saya Ketua PKK Juwangen Sri Sumaryati. Hasil pertanian di pekarangan ini, kami bagikan kepada warga, anak indekos dan orang yang membutuhkan," katanya.

Dia berharap, pola yang sama tidak hanya dilakukan di Juwangen tetapi di semua padukuhan di wilayah Sleman. Dengan begitu, masyarakat tidak akan lagi kesulitan dan berdiam diri menunggu bantuan sembako dari pemerintah. "Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Tetapi dampaknya saat ini sudah terasa. Kalau mereka punya sumber pangan sendiri tidak akan khawatir kekurangan pangan," katanya.

Ketua Tim PKK Sleman Kustini mengatakan menjaga ketahanan pangan saat ini dibutuhkan untuk melawan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Masyarakat, kata Kustini, diminta untuk manfaatkan lahan pekarangan di sekitarnya. "Tujuannya agar lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan bisa ditanami tanaman apa saja. Bisa sayur-sayuran, kolam ikan atau komoditas lainnya," kata Kustini.

Konsep keluarga Mulyono terkait ketahanan pangan selama masa pandemi Covid-19, kata Kustini, akan ditularkan ke masing-masing anggota PKK. Mereka diminta untuk memanfaatkan lahan yang tidak digunakan agar produktif. "Kolam ikan tidak harus luas. Pekarangan bisa ditanami ketela atau umbi-umbian. Yang penting selama pandemi Covid19, warga tidak kekurangan bahan pangan," kata Kustini.