Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Ilustrasi sayuran. /Ruters-Rupak De Chowdhuri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kegiatan sosial berupa warung gratis yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) tak berjalan sesuai rencana. Pasalnya, penyaluran bantuan sosial di hari kedua justru memicu kerumunan di lokasi. Hal itu bertentangan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengungkapkan dengan melihat kondisi yang terjadi di lapangan, jajarannya terpaksa menghentikan kegiatan sosial warung gratis. DPP bakal mengevaluasi skema penyaluran terbaik untuk mencegah kerumuman warga. "Untuk sementara kami hentikan [operasional warung gratis] dan kami evaluasi lagi skema pembagiannya," kata Bambang, Selasa (12/5/2020).
Bambang tak menampik adanya kerumunan warga yang hendak mengakses sayuran gratis yang dibagikan oleh DPP Gunungkidul. Bahkan, pembagian sempat dihentikan sementara karena kondisi yang tidak sesuai dengan rencana awal.
Sebelumnya, Bambang mengapresiasi pelaksanaan waruing gratis di hari pertama pada Senin (11/5) yang berjalan lancar. Di hari pertama warga yang datang mematuhi aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setelah penghentian sementara, paket sayur mayur gratis kembali dibagikan dengan menerapkan protokol kesehatan. "Setelah dihentikan sementara, sayuran gratis kembali dibagikan sampai habis dengan diatur aparat keamanan," katanya.
Ia mengungkapkan pembagian paket sayuran di hari kedua berjumlah 200 paket, lebih banyak dari sebelumnya yang berjumlah 115 paket. Menurut dia, pembagian sayuran gratis tersebut tetap dilanjutkan dengan skema pembagian yang berbeda.
"Kemungkinan nanti pembagiannya bisa di lingkungan tempat tinggal pegawai kami, dan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti panti asuhan dan pondok pesantren," paparnya.
Salah seorang warga yang ikut mengantre, Nardi, mengungkapkan dirinya tidak sempat mengambil paket sayuran gratis. Pasalnya, aparat yang datang langsung membubarkan kerumunan warga. Menurut dia, pembagian tersebut sejak awal seharusnya sudah diatur seperti menggunakan kupon agar bisa mengantre dengan baik. "Dengan kupon pasti bisa teratur dan semua warga bisa memperoleh merata," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.