4 Warga Kota Jogja Ikut Rapid Tes karena Berkunjung ke Indogrosir

Foto ilustrasi: Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 di kawasan Masjid Menara Kudus, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2020). - ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
15 Mei 2020 00:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan hingga Kamis (14/5/2020) tidak ada penambahan reaktif dari hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) yang dilakukan oleh orang kepada para pengunjung Indogrosir.

Hingga kini jumlahnya masih enam orang. Heroe menyebutkan ada tambahan empat orang yang datang pada Kamis (14/5/2020), sehingga total ada 236 warga tercatat mengunjungi Indogrosir. Keempat orang yang bersangkutan telah diberitahu oleh petugas Puskesmas dan ada yang sudah melakukan RDT mandiri sebelumnya. Ada pula warga yang belum bisa hadir hari ini.

"Ada juga yang merasa kondisi tubuhnya sehat sehingga melakukan isolasi mandiri, namun apabila ada gejala akan segera menghubungi puskesmas," jelasnya.

Wakil Walikota Jogja itu juga mengimbau kepada para warga yang belum melakukan tes untuk segera mendaftarkan diri. "Bagi warga yang belum sempat hadir atau belum terdaftar kami minta untuk mendaftar di Corona Monitoring System (CMS) agar bisa segera dilakukan RDT," jelasnya pada Kamis (14/5/2020).

CMS merupakan situs yang disediakan oleh Pemkot Jogja untuk menjaring masyarakat salah satunya yang mengunjungi Indogrosir pada 25 April - 4 Mei 2020. Proses pendaftaran terbilang tidak rumit, warga cukup mengakses cms.jogjaprov.go.id lalu pilih menu Skrining Masif Massal. Setelah itu warga tinggal memasukkan nama beserta NIK.

Selanjutnya warga tinggal menjawab beberapa pertanyaan yang ada lantas mendapat hasil skrining. Bila dalam laman tersebut warga diminta melakukan pemeriksaan lebih lanjut, maka yang bersangkutan wajib memeriksakan diri ke puskesmas sesuai domisili.

Heroe menerangkan bahwasanya Pemkot Jogja melakukan RDT secara acak di beberapa tempat publik. Heroe menjelaskan nantinya RDT acak akan dilakukan di beberapa sampel pasar tradisional, kafe atau restoran hingga tempat-tempat umum lainnya yang sudah banyak aktivitas dan kerumunan warga.

Tujuannya pelaksanaan tersebut untuk melihat seberapa besar sebaran Covid-19 di Jogja dan apakah transmisi lokal sudah benar-benar terjadi di Jogja atau hanya kasuistik seperti Indogrosir.

"Hari ini semua akan dilakukan rapid," ujarnya. Pelaksanaan RDT acak tersebut tidak dibatasi kuota, karena tujuannya untuk melihat peta sebaran dan melacak titik-titik sebaran.