Dinsos Sleman Minta Desa Pajang Nama Penerima BLT Terdampak Covid-19

Ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Mei 2020 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk transparansi data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), Dinsos Sleman meminta masing-masing desa untuk menempel daftar nama penerima.

Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui siapa saja yang menerima bantuan. "Iya harus ditempel daftar namanya. Ini sebagai bentuk transparansi," kata Kepala Dinsos Sleman Eko Suhargono, saat ditemui di ruangannya, Kamis (14/5/2020).

Ia menyebutkan saat ini sebanyak 62 desa di Sleman masih mengajukan proses pencairan dana desanya di Kantor Bendahara Umum Negara Jogja.

Ke-62 desa ini, menggunakan Dana Desa termin kedua yang belum dicairkan untuk menyalurkan BLT DD.

"Sebab DD untuk termin pertama sudah habis atau dipakai sehingga untuk menyalurkan BLT DD, desa-desa ini mengajukan pencairan DD termin kedua," jelas Eko.

Menurut Eko, Dinsos saat ini sedang menyelesaikan cleansing data calon penerima BLT DD bagi 12 desa yang baru menyerahkan data. Dinsos sedang berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk pencocokan data penerima berdasarkan NIK.

"Jadi yang masih belum selesai ada 12 desa. Yang sudah siap disalurkan BLT DD nya 21 desa dan 62 desa sedang mengajukan proses pencairan DD termin kedua," katanya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Kabupaten Sleman Budi Sanyoto. Menurutnya, Dewan akan ikut mengawal dan mengawasi penyaluran BLT DD ini. Pengawasan dilakukan sejak pelaksanaan Musdus/Musdes di desa-desa agar data yang disampaikan valid. "Sebab data yang valid tentu akan menghasilkan program yang tepat sasaran juga," katanya.