Pengayuh Becak di Bumi Menoreh Peroleh Bantuan dari Baznas

Bupati Kulonprogo Sutedjo (dua dari kiri) saat menyerahkan bantuan kepada sejumlah tukang becak, Jumat (15/5/2020) - Harian Jogja/jalu Rahman Dewantara
15 Mei 2020 22:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Para pengayuh becak di Kulonprogo menjadi salah satu kalangan yang ekonominya turut terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penghasilan mereka menurun drastis, bahkan ada yang sampai vakum dari pekerjaan tersebut saking sepinya penumpang.

Salah satunya dialami Subari, 56. Dia sudah puluhan tahun menjadi pengayuh becak. Penghasilannya per hari berkisar Rp40.000 sampai Rp50.000. Sebagian besar uang itu ia gunakan untuk memenuhi kebetuhan keluarganya. Jika masih ada sisa, maka ia tabung.

Namun sejak sebulan terakhir, Subari tak menjalankan aktivitas tersebut. Becak ia biarkan terparkir di rumahnya di wilayah Dusun Terbah, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih. Subari memilih vakum dari pekerjaan itu lantaran sepinya penumpang imbas pandemi Covid-19. "Hampir sebulan belum narik penumpang gara-gara Corona, biasanya mangkal di Stasiun Wates, tetapi sekarang sepi penumpang, jadi mending berhenti dulu," ujar Subari, Jumat (15/5/2020).

Tidak narik becak artinya tak ada penghasilan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, Subari mengandalkan uang simpanan. "Tetapi mulai menipis, lama-lama bisa repot kalau tabungan sampai habis," ucapnya.

Nasib serupa juga dialami Suratijo, 67. Bedanya, Suratijo sesekali masih bekerja. Hanya saja sudah tak serutin sebelum adanya pandemi Corona. "Cuma sesekali aja, soalnya sepi banget, bahkan sebulan ini saya enggak dapat penumpang," ucap pria yang biasa mangkal di wilayah Kota Wates itu.

Pada Jumat pagi, Subari, Suratijo beserta ratusan pengayuh becak di seluruh Kulonprogo memperoleh bantuan dari Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) dari ASN Pemkab Kulonprogo yang disalurkan oleh Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo. Masing-masing pengayuh becak mendapat uang Rp200.000, masker dan caping.

"Total ada sekitar 100 pengayuh becak yang memperoleh bantuan, sebanyak 86 orang tergolong aktif sesuai pendataan Dinas Perhubungan Kulonprogo," ujar Ketua Baznas Kulonprogo, Abdul Madjid, di sela-sela penyaluran bantuan di depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Jumat pagi. Melalui bantuan ini, diharapkan bisa meringankan beban perekonomian para pengayuh becak Kulonprogo.