80% Kasus Covid-19 di Bantul OTG, Pemkab: Siapa Lawan Kita Tidak Tahu!

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
18 Mei 2020 21:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul meminta agar tidak ada pelonggaran dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penularan infeksi Coronavirus Disease atau Covid-19. Pasalnya Covid-19 di Bumi Projotamansari ini menunjukkan peningtakan dan tren penularan didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sebanyak 80-an persen lebih itu OTG. Sekarang ini siapa lawan kita tidak tahu, siapa yang membawa virus atau tidak tidak tahu, karena semua tampak sehat. Bisa dilihat saat rapid test semua sehat dan yang positif pun sehat tak bergejala,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, seusai mengikuti rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) jelang Idulfitri di parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (18/5/2020).

Ia mencontohkan dari 32 pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul hanya dua orang yang memiliki gejala. Sisanya adalah OTG. Sementara itu sampai saat ini Covid-19 totalnya Orang Dalam Pemantaua (ODP) 874 orang dan yang masih dipantau 245.

Sementara total Pasien Dalam Perawatan (PDP) 304 orang dan masih dirawat 29 orang. Adapun positif Covid-19 53 masih dan masih dirawat 34 orang di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 Bantul.

Pada sisi lain fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19 diakui Agus juga mengalami keterbatasan karena semua hampir penuh. Ketersediaan hanya ada jika ada pasien yang keluar karena sembuh. Pihaknya sudah menggandeng Rumah Sakit Nur Hidayah dan RS Rajawali Citra untuk menangani pasien terkait Covid-19, terutama yang kategori ODP dan PDP atau bergejala ringan.

Selain itu Bantul juga sudah masuk dalam zona merah penularan virus SARS CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Meski penularannya hanya terjadi di beberapa kecamatan, namun Agus tidak menjamin kecamatan lainnya bebas dari penularan Covid-19. Sebab, kata dia, hampir semua kecamatan di Bantul saat ini juga ada pendatang atau pemudik yang baru dan kemungkinan adanya kerumunan bisa terjadi.

Pihaknya masih melihat di beberapa tempat terdapat kerumunan masyarakat yang berpotensi memperlambat penuntasan Covid-19. Karena itu meski ada kebijakan kelonggaran dari tingkat Pusat, pihaknya berharap di Bantul justeru lebih memperketat pembatasan karena kurva penularan semakin meningkat.

“Kondisinya Bantul menurut kami masih cukup berat terjadi pelonggaran. Dari pada melonggarkan tapi tidak selesai sampai akhir tahun atau sampai 2021, lebih baik memperketat tapi cepat selesai,” tegs Agus.