Pemda DIY Sambut Kepulangan 2 Paskibraka Nasional Usai Tugas Negara
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. /Ist-dok
Harianjogja.com, JOGJA-- Tren ungkapan "Indonesia Terserah" di media sosial semakin ramai dibahas warganet. Ungkapan ini sebagai bentuk kekesalan para pekerja medis melihat perilaku masyarakat yang kian acuh terhadap wabah corona. Mereka kecewa karena perjuangan tak kenal lelah melawan virus bernama resmi Covid 19 hingga bulan ketiga masa pandemi corona pada akhirnya direspon percuma oleh masyarakat.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi menyadari kondisi saat ini menyakitkan sekaligus menyengsarakan para pekerja medis. Di sisi lain masyarakat mulai gerah. Masyarakat seharusnya sadar ada pekerja medis yang harus didukung dengan cara patuh kepada protokol kesehatan, sekalipun kondisi ini menyulitkan kehidupan mereka.
Menurut Subardi, yang dibutuhkan saat ini adalah mempertahankan semangat juang. Bersikap egois dan apatis hanya akan memperburuk keadaan. "Mari saling mendukung. Jangan terserah jangan menyerah. Jangan kalah, apalagi pasrah. Ancaman ini belum musnah. Kalau ceroboh kita akan sengsara."
Politisi berusia 68 tahun ini berujar semua masyarakat dapat berjuang sesuai kemampuannya. Masyarakat juga tidak dapat berjuang dengan cara berdiam di rumah menghindari kerumunan. Begitupun dirinya, sebagai anggota dewan ia wajib mengabdi kepada segenap lapisan masyarakat.
"Segala macam upaya saya kerahkan. Bantuan bahan pokok sejumlah ribuan sudah disebar sejak awal Maret lalu. Siapapun dapat menerimanya. Begitu pula dengan bantuan Alat Pelindung Diri senilai 500 juta untuk pekerja medis. Bantuan hasil kerja sama Komisi VI dengan BUMN telah diserahkan kepada Rumah Sakit dan Klinik Kesehatan di lima kabupaten/kota se DIY."
Subardi berharap solidaritas kebangsaan tetap kuat agar situasi tidak memburuk. Ia juga mendorong aparat lebih sigap bertindak untuk memastikan masyarakat tidak lengah. Apalagi dengan perangkat intelijennya diharapkan mencegah pelanggaran protokol kesehatan.
"Saya memahami situasi ini kian menjenuhkan. Tetapi yang tidak hilang dari corona adalah harapan. Yakinlah dengan solidaritas kebangsaan kita mampu keluar dari keterpurukan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.