Ayah dan Anak Ikut Lari di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 Powered By Astra Financial
Benny dan Fayyadh, ayah-anak asal DIY, mengikuti SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 setelah rutin berlari bersama tiga kali sepekan.
Kerumunan pengunjung terpantau di los sayur Pasar Sleman, Kamis pagi (21/5/2020).-Harian Jogja/Hery Setiawan (ST18)
Harianjogja.com, SLEMAN - Empat hari jelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Sleman dan Pasar Rejodani terpantau mulai terjadi peningkatan pengunjung.
Penumpukan di beberapa los pasar juga terlihat sejak pukul 05.30 WIB. Sayangnya, masih ada pengunjung yang tidak mematuhi anjuran untuk menjaga jarak dan memakai masker.
Penumpukan pengujung itu salah satunya terlihat di los-los sayuran Pasar Sleman. Sementara los-los lainnya terpantau masih lengang. Yani, 46, salah seorang pedagang di sana mengaku memang ada peningkatan. Hanya saja, jumlahnya tidak begitu signifikan daripada hari-hari sebelumnya.
"Ya tetap ada sih, tapi ya jumlahnya tidak banyak. Masih kalah jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya, Kamis (21/5/2020).
Lain hal dengan Pasar Rejodani, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Di sana, penumpukan pengujung terjadi di hampir semua penjuru pasar. Selain karena peningkatan pengunjung, faktor lain yang menyebabkan penumpukan tidak lain karena sempitnya kapasitas pasar.
Lurah Pasar Rejodani, Supriyanto mengatakan jalan yang berada di dalam pasar tidak cukup lebar untuk menampung lonjakan pengunjung yang terjadi setiap pagi. Hal itulah yang menurutnya cukup sulit menegakkan pembatasan fisik di sana. Ketika ditemui Harianjogja.com, ia sedang berada di tengah kerumunan, mengangkat megafon sambil memberikan peringatan kepada pengunjung.
"Ada kerumunan dan ada yang gak pakai masker. Kata mereka [pengunjung] lupa. Padahal saya keliling pasar sambil ngasih peringatan ke pengunjung sampai kering kerongkongan saya kering. Tapi ya tetap susah," keluh laki-laki yang akrab disapa Yanto itu.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti memprediksi puncak peningkatan pengujung akan terjadi pada Sabtu (23/5/2020) mendatang atau sehari sebelum Idulfitri. Kendati begitu, jumlahnya tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Kurnia itu momen pencairan bansos yang dilakukan mendekati hari raya mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Secara otomatis, hal itu juga memicu terjadinya peningkatan pengunjung di pasar.
"Kebetulan ini pas momen bantuan sosial cair dan masyarakat tetap punya kebetulan untuk lebaran," katanya kepada Harian Jogja melalui pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benny dan Fayyadh, ayah-anak asal DIY, mengikuti SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 setelah rutin berlari bersama tiga kali sepekan.
Ada lima periode long weekend pada 2027. Maret dan Mei menjadi bulan dengan rangkaian hari libur dan cuti bersama.
Serangan teror di kantor polisi Kota Kohat, Pakistan, menewaskan 21 orang termasuk 15 polisi dan melukai lebih dari 80 orang.
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
OJK menetapkan modal disetor minimal BMKS Rp1 triliun. POJK 16/2026 juga mengatur syarat izin, direksi, dan dewan komisaris.
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.