TPA Piyungan Off Selama Lebaran, Warga Kota Jogja Diminta Kelola Sampah Mandiri

Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
22 Mei 2020 16:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja meminta selama libur Lebaran, warga Kota Jogja mengurangi produksi sampah dan sebisa mungkin mengelola sampah secara mandiri. Hal itu dikarenakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tidak beroperasi selama dua hari libur Lebaran.

“Sudah ada surat pemberitahuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY yang menyatakan bahwa TPA Piyungan libur pada 24-25 Mei dan baru beroperasi kembali pada Selasa (26/5/2020),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana di Jogja, Jumat (22/5/2020). 

Karena TPA Piyungan tidak beroperasi, lanjut Suyana, maka otomatis tidak akan ada kegiatan pengambilan sampah dari permukiman warga ke depo dan tidak ada pembuangan sampah dari depo di Yogyakarta ke TPA Piyungan.

“Warga diminta untuk bisa mengelola sampahnya secara mandiri terlebih dulu. Atau menyimpan sampah dengan baik, misalnya dibungkus dengan rapat supaya tidak mudah berceceran dan mengeluarkan bau tidak sedap,” katanya.

Saat Lebaran, Suyana menambahkan, biasanya justru terjadi penurunan volume sampah yang dihasilkan rumah tangga. Penurunan volume sampah tersebut diperkirakan terjadi hingga hari keempat Lebaran.

“Meskipun volume sampah berkurang, tetapi masyarakat tetap perlu mengelola sampah dengan baik. Sampah yang tidak dikelola baik berpotensi menimbulkan polusi,” katanya.

Kenaikan volume sampah saat libur Lebaran biasanya terjadi pada hari kelima. “Pada saat itu petugas atau penggerobak sudah mulai bekerja kembali untuk mengambil sampah dari permukiman warga dan membuangnya ke depo atau tempat pembuangan sementara,” katanya.

Saat volume sampah meningkat, pihaknya akan menambah intensitas pengangkutan sampah ke TPA Piyungan.

Suyana menambahkan rasio volume sampah rumah tangga di Kota Jogja lebih rendah dibanding sampah nonrumah tangga yaitu sekitar 45% dibanding 55%.

“Kondisi tersebut berbeda dibanding kota-kota lain yang rasio sampah rumah tangganya bisa mencapai 60 persen,” katanya.

Sumber : Antara