Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN - Penutupan TPA Piyungan untuk sementara waktu akan berdampak pada ribuan ton sampah di wilayah Sleman yang tidak terangkat. Warga untuk sementara diminta mengelola sampah secara mandiri.
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sri Restuti Nur Hidayah mengatakan instansinya telah mengeluarkan surat No.658/0138 sejak 8 April lalu. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pelanggan sampah UPTD jika saat ini sedang ada permasalahan dan dilakukan perbaikan di TPA Piyungan.
Perbaikan di lokasi tersebut membutuhkan waktu antara tiga hingga lima hari sejak surat diterbitkan. Kondisi tersebut menyebabkan UPTD tidak dapat melayani pengangkutan sampah pelanggan sementara waktu ke TPA Piyungan. "Apabila proses perbaikan selesai lebih cepat, kami segera layani kembali [pengangkutan sampah ke TPA Piyungan]," katanya, Sabtu (11/4/2020).
Dijelaskan Restuti, saban hari ada sekitar 200 ton sampah yang diangkut dari wilayah Sleman ke TPA Piyungan. Jika masa perbaikan TPA Piyungan membutuhkan waktu lima hari, katanya maka ada sekitar 1.000 ton sampah pelanggan yang tidak terangkut. Jumlah tersebut belum termasuk sampah yang dikelola oleh pihak swasta. "Kami mohon maaf atas kondisi ini," katanya.
Dia juga berharap agar masyarakat bisa mengerti kondisi dan memahami persoalan yang terjadi di TPA Piyungan selama ini. Pihaknya juga mendorong agar masyarakat dapat secara bijak mengelola sampahnya, antara lain dengan menerapkan sistem reuse, reduce, recycle. Tujuannya agar volume sampah yang tidak terangkat tidak semakin banyak.
"Kami mohon masyarakat bisa kerja sama. Untuk sementara waktu, sampah ditampung dulu di rumah masing-masing, sampai TPA Piyungan kembali siap menerima sampah," katanya.
Adapun sampah yang sudah terlanjur dibawa oleh jasa-jasa angkut sampah untuk sementara ditampung di transfer Depo sampah masing-masing. Tetapi jasa angkut sampah tetap tidak mengambil sampah dari para pelanggan. Hal ini untuk mengantisipasi penumpukan sampah di Depo. "Untuk itu, kami minta sampah ditampung di rumah masing-masing dulu," katanya.
Sebelumnya, Kepala Balai Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Fauzan Umar mengatakan perbaikan di TPA Piyungan dilakukan untuk meningkatkan daya dukung lahan. Pihaknya mengerahkan seluruh alat berat yang dimiliki. Jumlah keseluruhan alat berat yang tersedia empat unit buldoser dan dua unit excavator.
"Yang beroperasi hanya dua buldoser dan satu unit excavator. Yang rusak masih dilakukan perbaikan, sparepart masih inden. Karena kondisi wabah Covid-19, upaya perbaikan jadi terhambat," kata Umar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.