Covid-19 di DIY Belum Ada Tanda Membaik, Dewan Minta Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
22 Mei 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Masa tanggap darurat pandemi covid-19 DIY akan berakhir pada Jumat (29/5/2020) mendatang. Dengan masih belum menurunnya kasus covid-19, Pemda DIY diminta memperpanjang pemberlakuan masa tanggap darurat.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, menjelaskan melihat kondisi saat ini, masa tanggap darurat perlu diperpanjang setidaknya satu bulan. "Berdasarkan masukan pakar kesehatan dalam reses anggota DPRD DIY terkait penanggulangan covid-19," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Masa tanggap darurat perlu diperpanjang karena saat ini di DIY belum terjadi tren penurunan kasus covid-19, dengan jumlah kasus positif tembus 200 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berjumlah ribuan.

Dengan statistik covid-19 yang masih cukup tinggi tersebut, kondisi DIY menurutnya belum membaik dari kondisi awal ditetapkannya masa tanggap darurat pada Jumat (20/3/2020) lalu, dengan jumlah kasus positif kurang dari 10 kasus.

Kondisi ini diperparah dengan kecenderungan masyarakat yang kurang peduli pada penyebaran covid-19 yang terlihat dari masih ramainya pasar dan pusat perbelanjaan tanpa pembatasan sosial. "Banyaknya pemudik yang masuk DIY juga belum menunjukkan tren membaik," katanya.

Dalam masa tanggap darirat kedua itu kata dia, Pemda DIY setidaknya harus sudah mulai melaksanakan program recovery ekonomi masyarakat kecil dan pariwisata agar tidak semakin terpuruk jauh. "Artinya perlu dilakukan pararel yakni penanggulangan corona sekaligus recovery ekonomi," ungkapnya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan terkait hal ini pihaknya telah melakukan evaluasi di masing-masing bidang, yang dari hasil evaluasi nanti akan diplenokan. "Sebelum 29 Mei sudah ada Keputusan Gubernur apakah diperpanjang atau diganti statusnya," kata dia.