Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Masa tanggap darurat pandemi covid-19 DIY akan berakhir pada Jumat (29/5/2020) mendatang. Dengan masih belum menurunnya kasus covid-19, Pemda DIY diminta memperpanjang pemberlakuan masa tanggap darurat.
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, menjelaskan melihat kondisi saat ini, masa tanggap darurat perlu diperpanjang setidaknya satu bulan. "Berdasarkan masukan pakar kesehatan dalam reses anggota DPRD DIY terkait penanggulangan covid-19," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Masa tanggap darurat perlu diperpanjang karena saat ini di DIY belum terjadi tren penurunan kasus covid-19, dengan jumlah kasus positif tembus 200 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berjumlah ribuan.
Dengan statistik covid-19 yang masih cukup tinggi tersebut, kondisi DIY menurutnya belum membaik dari kondisi awal ditetapkannya masa tanggap darurat pada Jumat (20/3/2020) lalu, dengan jumlah kasus positif kurang dari 10 kasus.
Kondisi ini diperparah dengan kecenderungan masyarakat yang kurang peduli pada penyebaran covid-19 yang terlihat dari masih ramainya pasar dan pusat perbelanjaan tanpa pembatasan sosial. "Banyaknya pemudik yang masuk DIY juga belum menunjukkan tren membaik," katanya.
Dalam masa tanggap darirat kedua itu kata dia, Pemda DIY setidaknya harus sudah mulai melaksanakan program recovery ekonomi masyarakat kecil dan pariwisata agar tidak semakin terpuruk jauh. "Artinya perlu dilakukan pararel yakni penanggulangan corona sekaligus recovery ekonomi," ungkapnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan terkait hal ini pihaknya telah melakukan evaluasi di masing-masing bidang, yang dari hasil evaluasi nanti akan diplenokan. "Sebelum 29 Mei sudah ada Keputusan Gubernur apakah diperpanjang atau diganti statusnya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.