Warga Bagikan Nasi Bungkus untuk Mahasiswa Setiap Hari

Warga RW 9 Wirogunan, Mergangsan dirikan dapur umum untuk suplai kebutuhan makanan mahasiswa yang tidak bisa pulang pada Kamis (28/5/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
29 Mei 2020 08:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Beragam kepedulian warga Jogja terhadap sesama terus bermunculan. Atas dasar rasa prihatin kepada mahasiswa yang tak bisa pulang ke kampung halaman, warga RW 9 Mergangsan bagikan nasi bungkus setiap hari kepada mereka.

Ketua RW 09 Wirogunan, Mergangsan, Yogi Prasetyo menyebutkan sudah 18 hari bantuan makanan diberikan kepada para mahasiswa. Yogi mengatakan bantuan makanan itu memang dikhususkan kepada anak indekos dan asrama. "Memang sengaja kita khususkan buat anak kos, kasihan anak kos dan asrama belum ada yang memikirkan," ujarnya pada Kamis (28/5/2020).

Solidaritas warga Wirogunan ini berawal saat asa mahasiswa yang meminta gula ke pengurus RW. "Saat itu lantas ditanya, kalian [mahasiswa] bisa makan enggak," ujar Yogi. Para mahasiswa menjawab hanya sahur dan buka dengan mie instan. "Atas keprihatinan tersebut akhirnya kita ubah sentra kuliner yang ada di sini untuk dapur umum," terangnya.

Yogi mengatakan di kawasan tersebut setidaknya ada 75 anak tidak bisa pulang. Mereka berasal dari beragam wilayah, mulai dari Aceh, Sulawesi, Papua, NTT, hingga Kalimantan. Menurut Yogi, para mahasiswa itu tidak bisa pulang karena keadaan. "Sekali makan mereka alokasikan Rp10.000, sehingga tidak pikiran macam-macam," jelasnya. Adapun dana pengadaan nasi bungkus tersebut merupakan dari donatur.

Sebanyak 100 nasi bungkus dibagikan ke mahasiswa di sekitar kampung setiap hari . Total Sudah 1800 nasi bungkus dibagikan setiap sore. "Kami prioritaskan untuk kampung sini saja, namun kita terbuka untuk anak muda luar kampung yang tidak bisa pulang juga," ujar Yogi. Bantuan nasi bungkus ini rencana akan diperpanjangan, sampai 30 Juni 2020.

Salah satu mahasiswa di lingkungan kawasan Wirogunan, Wahyu Adi Prasetyo mengaku sangat terbantu akan bantuan itu. Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa asal Lampung itu mengatakan, bantuan yang diberikan dapat membantu kos berkurangnya kiriman uang saku dari orangtuanya.

Wahyu pun tak lantas diam saja, dia membantu sebisanya dengan turut mengantarkan makanan ke indekos lainnya.
"Kalau bisa ya membantu sedikit dan semoga bantuan ini terus berjalan sehingga membantu anak indekos," ujarnya. Menurut keterangan Wahyu masih banyak temannya di kampus yang tidak bisa pulang karena pandemi.

Wakil Walikota Jogja sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi mengapresiasi tindakan warga. Heroe menamakan program semacam itu dengan nama "ngluwihi lan Mbagehi" yang saat ini sdh dijalankan oleh kelompok Gandeng Gendong diberbagai wilayah di Jogja.

Heroe menambahkan, pola berbagi dengan sebutan "ngluwihi lan mbagehi" pada dasarnya adalah bentuk kepedulian warga untuk berbagi. "Jadi selama masa pandemi ini, warga Jogja kembali menunjukkan kebersamaan dan saling peduli untuk membantu satu sama lainnya," tutur Heroe.