Hampir Dua Pekan Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Kulonprogo

Ilustrasi - Freepik
29 Mei 2020 16:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tidak ada laporan penambahan kasus positif Covid-19 di Kulonprogo selama 13 hari berturut-turut sejak sejak Sabtu (16/5/2020).

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, penambahan kasus positif di Bumi Menoreh kali terakhir dilaporkan pada Jumat (15/5/2020). Ketika itu dinkes mengumumkan dua warga Kapanewon Sentolo yang terinfeksi virus Corona

Dua laki-laki itu mendapat penomoran di Pemkab Kulonpdogo masing-masing dengan Kasus Positif (KP) 9 dan KP 10. KP-09 berusia sekitar 31 dari klaster Jamaah Tabliq Jakarta, dan KP-10, usia 27, dari klaster Indogrosir, Sleman.

Sebanyak tujuh orang, meliputi pedagang pasar, pramuniaga dan pengunjung swalayan yang sebelumnya menunjukkan hasil reaktif berdasarkan rapid test massal yang digelar Dinkes Kulonprogo pada 19-20 Mei kemarin juga terkonfirmasi negatif Corona. Hasil itu diketahui dari hasil uji laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta, yang keluar pada pekan lalu.

"Sehingga dalam beberapa hari terakhir ini, tidak ada tambahan kasus positif di Kulonprogo," ujar Plt Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami, Jumat (29/5/2020).

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kulonprogo saat ini tinggal satu orang dari total 10 kasus. Sebanyak sembilan pasien sebelumnya dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.

Walaupun tidak ada penambahan kasus positif baru di Kulonprogo, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan senantiasa menerapkan protokol penanganan Covid-19.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo, Astungkara, mengapresiasi masyarakat yang selalu tertib mematuhi protokol kesehatan sehingga dalam beberapa hari terakhir ini tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kulonprogo.

"Ini menunjukkan kepedulian dan kesadaran  masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan sudah cukup baik. Kalau hal ini tetap bisa dijalankan mudah-mudahan kasus tidak bertambah lagi," ucapnya.