Ada Warga Positif Corona, Ratusan Orang di Ngemplak Sleman Jalani Rapid Test

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
30 Mei 2020 21:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sebanyak 150 orang warga Dusun Tegalsari, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman menjalani rapid test yang kedua pada Sabtu (30/5/2020).

Di antara peserta rapid test itu, ada warga setempat yang mengaku tidak bisa masuk kerja lantaran ada pasien positif di tempat tinggalnya. Rencananya, ia akan menggunakan hasil rapid test itu sebagai syarat ia kembali bekerja.

Winarti, 50 mulanya khawatir ketika mendengar ada warga Tegalsari yang dinyatakan positif Covid - 19. Kasus positif itu berasal dari penulusuran terhadap karyawan Indogrosir. Kekhawatiran Winarti makin menjadi setelah dirinya mengikuti rapid test untuk pertama kalinya.

Beruntung, hasil rapid test pertamanya menyatakan non reaktif. Rasa lega pun ia rasakan dengan segera. Ditambah lagi edukasi tentang Covid - 19 dari warga antar warga sukses memberinya rasa percaya diri. Ketika ditemui Harian Jogja, ia tengah duduk mengantri bersama peserta rapid test yang kedua. "Semoga hasilnya negatif [non reaktif] biar bisa balik kerja lagi," katanya, berharap.

Winarti adalah seorang pegawai di sebuah perusahaan sapu tangan di bilangan Kalasan, Sleman. Perusahaan tempat ia bekerja mengetahui bahwa ada warga Tegalsari dinyatakan positif dari klaster Indogrosir. Tak mau ambil risiko, perusahaan pun merumahkan Winarti. Untuk bisa kembali, Winarti harus dinyatakan bebas Covid - 19. Dibuktikan dengan dua kali rapid test dinyatakan non reaktif.

Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih menjelaskan awal mula kegiatan rapid test dilaksanakan di Dusun Tegalsari. Pasca seorang warga dinyatakan positif dari klaster Indogrosir, seluruh anggota keluarganya diminta ikut rapid test. Hasilnya, tiga dari empat orang yang dites hasilnya menyatakan reaktif.

Sayangnya, ketiga warga tersebut tidak melakukan isolasi mandiri. Mereka masih beraktivitas seperti sedia kala. Interaksi dengan warga lainnya pun juga masih terjalin. Padahal, di saat yang sama mereka juga masih menanti hasil swab test.

Lalu, keluar hasil swab test menyatakan ketiganya positif Covid - 19. Siti bersama Gugus Tugas Kelurahan Wedomartani dan Kecamatan Ngemplak lalu melakukan contact tracing terhadap sejumlah warga yang pernah berinteraksi. Didapati sekitar 130 orang harus menjalani rapid test pertama. Hasilnya, tujuh orang dinyatakan reaktif. Ketujuh orang tersebut, lanjut Siti langsung diisolasi di Asrama Haji Yogyakarta sambil menanti jadwal swab test.

Rapid test yang kedua merupakan tindak lanjut dari rapid test pertama yang digelar satu pekan sebelumnya. Kata Siti, hasilnya akan keluar pada besok Minggu (1/6/2020). Ia juga mengatakan saat ini tiga orang pasien positif yang tertular dari karyawan Indogrosir sudah dinyatakan sembuh. Sementara hasil swab test tujuh orang tadi dinyatakan negatif. "Hari ini belum bisa disebutkan hasilnya karena belum tahu pasti berapa yang dirapid. Prediksi kami sekitar 150 orang. Mungkin besok sudah keluar hasilnya," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (30/5/2020).

Menanggapi soal warganya yang tak bisa kerja tadi, Siti menilai wajar apabila perusahaan meminta kepastian soal kondisi fisik karyawan. Hasil rapid test penting untuk menjadi jaminan keamanan dan kenyamanan di lingkungan kerja.